Breaking News:

Imbas Corona Stok Darah Menipis

PMI Tangerang Selatan Terapkan Donor Pengganti Antisipasi Stok Darah Kurang

PMI Tangsel memiliki cara tersendiri untuk menutup menurunya pasokan stok darah karena jumlah pendonor semakin berkurang akibat wabah corona.

Tribunjakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Kepala Unit Donor Darah PMI Tangsel, Suhara Manullang, di kantornya, Serpong, Rabu (11/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - PMI Tangerang Selatan (Tangsel) memiliki cara tersendiri untuk menutup menurunya pasokan stok darah karena jumlah pendonor semakin berkurang akibat wabah corona.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Kepala Unit Donor Darah PMI Tangsel, Suhara Manullang mengatakan jumlah pendonor dan agenda donor darah keliling, turun drastis hingga 50%.

Sementara permintaan darah di Tangsel mencapai 80 kantong darah per hari.

Suhara mengatakan, pihaknya sampai harus menyambangi instansi yang memang siap untuk mendonorkan darah ketika dibutuhkan, seperti dari kepolisian dan TNI. Suhara menyebutnya sebagai "Ngamen".

"Tapi kita berupaya, kita ke beberapa instansi ngadain, kaya 'ngamen' lagi, 5, 10 (kantong darah), kaya besok kita ke Polres," ujar Suhara melalui sambungan telepon, Rabu (25/3/2020).

Selain "Ngamen", PMI Tangsel juga menerapkan kebijakan donor pengganti.

Donor pengganti adalah, jika ada pasien rumah sakit yang membutuhkan darah, maka keluarganya diminta untuk datang ke kantor PMI Tangsel untuk mendonorkan darahnya, sebagai pengganti.

Pihaknya sudah menghubungi seluruh rumah sakit yang ada di Tangsel untuk penerapannya.

"Alternatif yang lain kita buat surat ke direktur-direktur rumah sakit. Supaya kalau ada pasien membutuhkan darah, supaya juga keluarganya datang ke PMI, jadi donor pengganti," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved