Antisipasi Virus Corona di DKI

Angkut Tenaga Medis yang Tangani Covid-19, Awak Bus Sekolah Kekurangan Alat Pelindung Diri

Awak bus Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta yang bertugas mengangkut petugas medis ke RS rujukan Covid-19 kekurangan alat perlindungan diri (APD).

Dokumentasi UPAS DKI Jakarta
Tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 saat menaiki bus sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Kamis (26/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Awak bus sekolah Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta yang kini bertugas mengangkut petugas medis ke RS rujukan Covid-19 kekurangan alat perlindungan diri (APD).

Meski sejak Senin (23/3/2020) sebanyak 50 unit bus sekolah dengan total awak 100 orang, dan 15 pengendali lapangan bertugas mengangkut petugas medis.

Kepala Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dishub DKI Jakarta, Ali Murthado mengatakan awaknya kekurangan APD dalam membantu petugas medis yang menangani pasien Covid-19.

Wabah Virus Corona, Pemerintah Berencana Memberi Dana Intensif Kepada Karyawan Sektor Formal

"Total paling tidak kami butuh 115 pasang (pakaian) APD, termasuk sarung tangan dan masker. APD yang kami miliki saat ini sangat terbatas, masih kurang," kata Ali saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Kamis (26/3/2020).

Meski kekurangan APD, dia menjamin semaksimal mungkin membantu petugas medis yang sudah bekerja keras menangani pasien Covid-19.

Antisipasi saat UPAS Dishub DKI dilibatkan dalam penanganan virus Covid-19 di Jakarta pun sudah dilakukan dengan memilih awak bus.

Hanya awak yang berusia di bawah 45 tahun dilibatkan dalam membantu kerja petugas medis di berbagai RS rujukan dalam penanganan Covid-19.

Perimbanganya agar para awak bus memiliki daya tahan tubuh yang kuat agar tak mudah terjangkit berbagai penyakit selama bertugas.

"Kita maksimal membantu transpotasi para tenaga medis dengan tetap memperhatikan keamanan awak bus. Saat ini kami sedang mempersiapkan protokol keamanan awak bus," ujarnya.

Ali menuturkan dalam tahap koordinasi dengan Dinas Perhubungan menyiapkan spray disinfektan dan kelengkapan APD bagi seluruh awak bus.

Termasuk persiapan protokol keamanan setelah Hotel Grand Cempaka ditetapkan Pemprov DKI jadi tempat tinggal sementara tenaga medis.

Menurutnya kebijakan tersebut mengurangi beban awak bus karena sebelumnya menjemput petugas medis dari rumah mereka yang mayoritas berada di Tangerang, Depok, Bekasi, dan Bogor.

"Biasanya memang kami menjemput ke daerah-daerah tersebut. Kemudian kami antar ke empat rumah sakit rujukan sepeeti di RS Tarakan, RSUD Pasar Minggu, Duren Sawit dan Cengkareng," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved