Antisipasi Virus Corona di DKI

Awak Bus Terminal Kampung Rambutan yang Demam Tak Diperbolehkan Bertugas

Seorang sopir bus antar kota antar propinsi (AKAP) rute Wonogiri - Jakarta - Bogor dirawat di RSUD Soediran Mangun Sumarso Wonogiri karena Covid-19.

TribunSolo.com/Agil Tri
Kondisi Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri yang melayani tujuan berbagai daerah di antaranya Jakarta, Rabu (18/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Seorang sopir bus antar kota antar propinsi (AKAP) rute Wonogiri - Jakarta - Bogor dirawat di RSUD Soediran Mangun Sumarso Wonogiri karena positif Covid-19.

Belum diketahui pasti bagaimana sopir tersebut dapat terjangkit Covid-19, namun hasil pemeriksaan laboratorium terhadap swab keluar pada Rabu (25/3/2020).

Kepala Terminal Kampung Rambutan Made Joni mengatakan sudah mengetahui informasi tersebut dan kini lebih siaga dalam melakukan upaya pencegahan.

"Dari awal kita sudah lakukan pencegahan, setiap awak bus sebelum berangkat diperiksa suhu tubuh pakai thermogun. Kalau demam tidak diperbolehkan bertugas," kata Joni saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Jumat (27/3/2020).

Awak bus yang demam diminta melakukan pemeriksaan di poli medis Terminal Kampung Rambutan guna memastikan kondisi.

 Tak Betah di Wisma Atlet, Pasien Covid-19 Diperbolehkan Pulang Untuk Isolasi di Rumah, Ini Syaratnya

 Petugas Panik Lihat Driver Ojol Tergeletak di Motor: Disangka Kena Corona, Ternyata Tertidur Pulas

 Liga 1 2020 Jeda Tanpa Batas Waktu, Persija Jakarta Galang Dana Perangi Virus Corona

 CATAT! Ini Puluhan Warteg yang Gratiskan Makan Selama Masa Tanggap Darurat Corona

Mereka baru diperbolehkan bertugas setelah petugas medis menyatakan kondisi mereka baik dan sudah membaik.

"Setiap ada awak yang demam kita langsung hubungi petugas medis Dinas Kesehatan DKI untuk lakukan pemeriksaan. Kita selalu koordinasi," ujarnya.

Joni menuturkan pihaknya belum dapat menyiapkan posko medis lengkap karena petugas medis kini sibuk menangani pasien Covid-19 di RS.

Banyaknya jumlah pasien positif Covid-19, pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP) jadi sebab mereka lebih fokus di RS.

"Jumlah petugas medis kan juga terbatas, jadi mereka tidak bisa menetap di Terminal Kampung Rambutan, tapi kita tetap berkoordinasi kalau ada awak bus yang sakit," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Suharno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved