Virus Corona di Indonesia
Dua Pekan Tak Punya Penghasilan, Ambar Terpaksa Pulang kampung
Apabila dalam sehari makanan yang dijualnya bisa ludes, kini mengharapkan 10 pembeli pun begitu sulit baginya.
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Semakin mewabahnya virus corona atau Covid-19, mengakibatkan banyak perkantoran di Jakarta memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah alias work from home (WFH) bagi para karyawannya.
Hal itu berimbas kepada penjualan makanan yang tak mendapatkan penghasilan, karena sedikitnya jumlah karyawan yang datang membeli makanan.
Hal itu seperti yang dialami Ambar (54), pengusaha kantin di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat.
Apabila dalam sehari makanan yang dijualnya bisa ludes, kini mengharapkan 10 pembeli pun begitu sulit baginya.
"Biasanya ya habis seharian, karena buka kantin dari pagi sampai malam."
"Sekarang 10 pembeli saja sudah susah," ungkap Ambar saat ditemui di Terminal Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, Senin (30/3/2020).
Ambar sebenarnya sempat bertahan selama 2 minggu ketika Pemprov DKI Jakarta mulai mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak alias physical distancing.
Namun, jumlah pembeli perlahan berkurang ketika Virus Corona semakin mewabah di Jakarta.
Hingga, akhirnya ia memutuskan pulang ke kampung halamannya di Kebumen, Jawa Tengah.
"Awalnya sih masih ada pembeli meskipun berkurang."
"Lama kelamaan sudah enggak ada yang beli, jadi ya sudah, pulang kampung saja," ujarnya.
• Pegawai Servis Pendingin Udara Tewas Saat Perbaiki AC Minimarket di Pulogadung
Ambar menyatakan keputusannya untuk pulang kampung bukan bermaksud untuk tak mengikuti anjuran pemerintah.
Namun, ia terpaksa melakukan itu karena tak memiliki penghasilan.
"Sekarang karyawan saya ada 6 orang, waktu kantin mulai sepi, masing-masing tetap saya kasih uang makan."
"Belum lagi modal untuk masak. Jadi lebih besar pengeluarannya," tutur Ambar.
Ambar juga meyakini ia beserta 3 anggota keluarganya yang pulang kampung dalam kondisi sehat, sehingga tak akan menularkan virus ke orang lain.
"Insyaallah sehat, kalau enggak sehat kan enggak boleh naik bus," ucapnya.
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Bukan Tak Mau Ikuti Anjuran Pemerintah, Ambar Terpaksa Pulang Kampung karena Tidak Ada Penghasilan