Antisipasi Virus Corona di DKI

Hari Ini, MRT Jakarta Resmi Berlakukan Jarak Keberangkatan Tiap 20 Menit

MRT Jakarta resmi memberlakukan jarak keberangkatan tiap 20 menit, pada Senin (30/3/2020).

TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Suasana lengang Stasiun MRT Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kereta cepat Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta resmi memberlakukan jarak keberangkatan tiap 20 menit, pada Senin (30/3/2020).

Demikian dikatakan Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin.

Hal tersebut diterpakan lantaran ditengarai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memperpanjang status tanggap darurat Covid-19, hingga 19 April 2020.

"PT MRT Jakarta kembali melakukan perubahan kebijakan layanan operasi," ucap Kamal, sapaannya.

"Yaitu perubahan selang waktu keberangkatan kereta (headway) menjadi 20 menit sepanjang jam operasional. Kebijakan efektif diberlakukan mulai Senin 30 Maret 2020," sambungnya.

Perubahan kebijakan ini, sambungnya, pun didasarkan hasil evaluasi jumlah penumpang MRT Jakarta selama satu pekan terakhir.

Kamal mengatakan, jumlah penumpang semakin menurun dibandingkan dengan saat kondisi normal.

Data jumlah penumpang MRT Jakarta pada 28 Maret 2020, yakni 3.309 orang.

Update Corona di Jakarta, 2 Pasien Meninggal Dunia di RS Darurat Corona Wisma Atlet Kemayoran

Mulai Hari Ini Keluar Masuk Kota Bekasi Diperketat, Petugas Bakal Cek Suhu Tubuh

Meskipun diberlakukan perubahan kebijakan pola operasi kereta, PT MRT Jakarta tetap mengoptimalkan layanan MRT Jakarta dengan tetap memberlakukan hal berikut:

1. Jam operasional pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB.

2. Pembatasan jumlah penumpang maksimal 60 orang per kereta (gerbong), atau 360 orang per satu rangkaian kereta.

3. Pengetatan penerapan personal hygiene (jaga kebersihan) dan physical distancing (jaga fisik).

4. Pengelolaan antrean penumpang yang baik PT MRT Jakarta mendukung penuh kebijakan Pemerintah dalam mengimbau masyarakat agar bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah guna menghambat penyebaran virus corona Covid-19.

"Mari bersama-sama cegah penyebaran virus corona Covid-19 dengan terus menjaga kesehatan, kebersihan diri, serta selalu terapkan jarak fisik (physical distancing), dengan menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain," pungkas Kamal.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved