Virus Corona di Indonesia
Imbas Corona, Pendapatan Asli Daerah Kota Bekasi Mengalami Penurunan
Tri Adhianto mengatakan, penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi imbas pandemi corona (Covid-19) cukup besar.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi imbas pandemi corona (Covid-19) cukup besar.
"Cukup besar penurunan itu, yang ada penurunan. Karena kita kan termasuk kota jasa dan perdagangan," kata Tri Adhianto saat dijumpai di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Selasa, (31/3/2020).
Dia menjelaskan, penurunan ini terutama akibat jasa dan roda perekonomian di pusat perbelajaan dan restoran yang menurun bahkan ditutup sementara.
"Pastilah itu (penurunan PAD), karenakan hampir semua kegiatan dan juga aktivitas di luar usaha sembako (makanan) kita minta untuk closing, itu pasti ada penurunan," jelasnya.
Ditambah, retribusi parkir yang sejauh ini merupakan sektor PAD di Kota Bekasi cukup berdampak besar karena pusat perbelajaan yang menghentikan operasional.
"Kalau malnya tutup kan tidak ada yang parkir, kalau tidak ada yang parkir kita tidak ada pendapatan," terannya.
Ketika ditanya soal jumlah persentase penurunan, Tri memprediksi bisa mencapai sekira 70 persen. Untuk itu, pendapatan PAD dari sektor restoran hanya berpangku pada layanan drive thru.
"Mungkin sekitar segitu lah (70 persen penurunan PAD), terus dari makan dan minum juga gitu sama kita juga lagi dorong sistem drive true. Itu juga menurunkan pendapatan," terangnya.
Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan hal serupa, pada triwulan pertama 2020 saja, pihaknya menghitung hanya dapat menyerap sekitar 10-20 persen dari Target PAD yang ada di Kota Bekasi.
"Mugkin sekarang ini cuma dapat 10-20 persen dari total triwulan yang diambil, triwulan pertama kan Januari, Februari, Maret," jelasnya.
"Triwulan pertama ini harusnya kita bisa menyerap 30 persen dari total PAD selama setahun tapi kenyataannya enggak sampai segitu," tambah dia.
• VIRAL Detik-detik Pria Mendadak Jatuh dari Motor Lalu Terkapar di Jalan, Suhu Tubuh Korban Tinggi
Sampai saat ini, pihaknya bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi tengah melakukan penyesuaiaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Penyesuaian ini tentu mengedepankan kepentingan dana untuk penanganan pandemi virus corona (Covid-19) yang tengah merebak di tanah air khususnya di Kota Bekasi.
"Kita sedang pikirkann, seminggu dua minggu ini kita lihat gimana perkembangannya," ujar pria yang akrab disapa Pepen.
Adapun contoh penyesuaian APBD yang mungkin akan dilakukan yakni, menggalokasikan dana kegaiatan proyek tahun-jamak (multi-yeras) agar dapat digunakan untuk penanganan Covid-19.
"Semua yang namanya kegiatan DAK (Dana Alokasi Khsus) yang dari pusat menteri keuangan bilang setop, lah kita juga berpikir multi-years sama nanti, gaji aja dipotong masa proyek jalan," tegas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/wakil-wali-kota-bekasi-tri-adhianto-di-stadion-patriot-candrabhaga-bekasi.jpg)