Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Tuai Penolakan Terapkan Lockdown di Kampung Jaha Bekasi & Batalkan 3 Rencana Resepsi Penikahan Warga

Sebelum ditutup, 12 akses jalan di Kampung Jaha Jatiasih merupakan jalur alternatif menuju kawasan Bekasi Selatan dan Pondok Gede.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Salah satu akses masuk menuju Kampung Jaha, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, ditutup sebagai upaya memerangi pandemi virus corona atau Covid-19, Senin (30/3/2020). 

Penutupan dilakukan menggunakan material kayu dan besi yang dipasang membentang menutupi jalan, beberapa juga ditutup menggunakan papan triplek hingga benar-benar rapat.

Sebelum ditutup, 12 akses jalan di Kampung Jaha Jatiasih merupakan jalur alternatif menuju kawasan Bekasi Selatan dan Pondok Gede.

Samsudin menyebutkan, tidak sedikit kendaraan roda empat atau dua melintas di kampungnya setiap hari.

Sempat Menuai Penolakan

Suasana penjagaan di Jalan Haji Nipan, akses utama menuju Kampung Jaha, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, sebagai upaya memerangi pandemi virus corona atau Covid-19, Senin (30/3/2020).
Suasana penjagaan di Jalan Haji Nipan, akses utama menuju Kampung Jaha, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, sebagai upaya memerangi pandemi virus corona atau Covid-19, Senin (30/3/2020). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Ketua RW11, Kampung Jaha, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Samsudin Panji (48), mengaku sempat mendapatkan penolakan ketika mulai berlakukan 'Lockdown Lokal' di wilayah lingkungan tempat tinggalnya.

Samsudin mengatakan, 'Lockdown Lokal' yang diterapkan di kampungnya diberinama Isolasi Mandiri. Polanya ialah, menutup 12 akses jalan menuju kampung dengan menyisahkan satu saja.

Satu akses jalan ini ialah Jalan Haji Nipan, di ujung jalan terdapat protikoler penjagaan ketat berupa penyemprotan cairan disinfektan setiap warga dan pengedara yang melintas ditambah, pengecekan suhu tubuh.

Kebijakan isolasi mandiri ini sudah ia terapkan sejak 26 Maret 2020 dan kini, sudah berjalan kurang lebih lima hari hingga diterima secara menyeluruh oleh warganya yang berjumlah 3700 jiwa.

Sebelum diterima secara penuh, ia mengakui ada beberapa penolakan yang datang dari sejumlah warga. Wajar saja, 12 akses jalan yang biasa secara bebas dapat dilalui warga kini ditutup dengan menggunakan papan dan besin semi pemanen.

"Awalnya banyak juga yang nolak, mereka merasa kurang leluasa mungkin dengan seperti ini, bahkan ada yang bilang kalau sakit, ajal itu Allah yang mengatur," kata Samsudin.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved