Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Tuai Penolakan Terapkan Lockdown di Kampung Jaha Bekasi & Batalkan 3 Rencana Resepsi Penikahan Warga

Sebelum ditutup, 12 akses jalan di Kampung Jaha Jatiasih merupakan jalur alternatif menuju kawasan Bekasi Selatan dan Pondok Gede.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Salah satu akses masuk menuju Kampung Jaha, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, ditutup sebagai upaya memerangi pandemi virus corona atau Covid-19, Senin (30/3/2020). 

"Saya memgerti itu dan saya percaraya, tapi pelan-pelan coba saya kasi tahu warga betul pemyakit, ajal datangnya dari Allah, tapi kaya begini (Isolasi Mandiri) bagian dari Ikhtiar kita saya bilang," tambahnya.

Menurut dia, sekelompok warga yang menolak rata-data datang dari kalangan tua yang belum memahami betul dampak corona.

Dia justru mendapat dukungan penuh dari warga yang berasal dari kalangan muda seperti Karang Taruna RW11, para pemuda ini juga yang menurut Samsudin sebagai penggerak menjalankan kebijakan isolasi mandiri.

"Justru dari yang tua-tua awalnya banyak yang menolak, tapi saya tetep jalan terus, karena saya enggak mau ada warga Kampung Jaha terinfeksi corona," jelas dia.

Bahkan dia mengakui, awal-awal penutupan akses jalan, beberapa warganya nekat membongkar palang pnutup. Tapi konflik itu behasil dia redam dengan kembali memberikan pengertian.

"Saya juga bikin surat edaran dulu sebelum melakukan ini, di surat edaran saya insyaallah sampai tanggal 8 April 2020 (Isolasi Mandiri)," terangnya.

Selain penutupan jalan, isolasi mandiri ini juga mengharuskan warga untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah sampai jam 21.00 WIB. Terlebih melakukan aktivitas bergerombol atau pengumpulan massa dalam jumlah banyak.

"Kita tiap malam patroli dari anak-anak Karang Taruna, kalau ada warga yang masih di luar rumah nongkrong-nongkrong kita himbau untuk masuk, warung-warung juga kita himbau tutup," ucap dia.

Warga yang telah terbiasa dengan kebijakan isolasi mandiri ini kata Samsudin, selanjutnya mulai turut ambil andil membantu secara swadaya pelaksaan pencegahan penyebaran virus corona.

"Allhamdulillah setiap hari ada aja warga kirim makanan buat anak-anak yang jaga di di depan, ganti-gantian aja dikirim makanan, warga juga udah banyak ikut bantu semprot, sama-sama saling ngingetin," tuturnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved