Virus Corona di Indonesia

Berapa Lama Durasi Berjemur yang Dianjurkan Ahli Kesehatan? Simak Penjelasannya

anjuran bagi masyarakat untuk melakukan sun-exposures atau berjemur di bawah paparan sinar matahari guna mencegah risiko terpapar virus corona

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Warga Kelurahan Pondok Kopi saat berjemur guna meningkatkan daya tahan tubuh di Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (29/3/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Covid-19 sebagai pandemi global, muncul berbagai informasi mengenai cara meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terjangkit virus corona.

Salah satu yang mengemuka, yakni anjuran bagi masyarakat untuk melakukan sun-exposures atau berjemur di bawah paparan sinar matahari guna mencegah risiko terpapar virus corona

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Dr. dr. Prasetyadi Mawardi, Sp.KK (K), membenarkan saran tersebut. Menurut dia, jika dilakukan dengan tepat, berjemur di bawah sinar matahari dapat meningkatan daya tahan tubuh.

Sosok yang akrab disapa dr. Pras itu, mengatakan sinar matahari adalah sumber utama kehidupan dan energi di planet bumi. Namun, mendapat paparan energi matahari yang berlebihan, jelas merusak sistem biologis.

Isolasi Diri Karena Virus Corona, Striker Persija Jakarta Marko Simic Ingat Kejadian yang Dialaminya

Bagi manusia, kebutuhan akan paparan cahaya ultraviolet (UV) dari matahari untuk pemeliharaan kesehatan, bervariasi secara dramatis antarindividu.

Hal itu antara lain dipengaruhi oleh kondisi masing-masing idividu kaitannya dengan:

Fenotipe kulit

Adanya fotosensitifitas patologis

Faktor genetik

Halaman
123
Editor: Suharno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved