Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Putus Mata Rantai Corona, BPTJ Rekomendasikan Batasi Seluruh Moda Transportasi di Jabodetabek

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) resmi menerbitkan surat edaran terkait pembatasan moda transportasi di Jabodetabek.

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Suasana di Terminal Bus Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (1/4/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) resmi menerbitkan surat edaran terkait pembatasan moda transportasi di Jabodetabek.

Surat tersebut diterbitkan untuk memutus rantai penyebaran wabah Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

Oleh karenanya dilakukan pembatasan secara parsial atau menyeluruh terhadap operasional sarana dan prasaran transportasi.

Dalam surat edaran yang diterima Tribunnews, Rabu (1/4/2020), pembatasan tersebut meliputi penghentian sementara layanan kereta api (KA) jarak jauh, KA Commuter Line, menutup sementara kereta di Jabodetabek, membatasi operasional Moda Raya Terpadu (MRT) dan Lintas Rel Terpadu (LRT), hingga menutup sementara perusahaan otobus (PO) dan menghentikan layanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari dan ke wilayah Jabodetabek.

Selain itu, dalam surat edaran ini juga disebutkan, adanya pembatasan secara parsial terhadap operasional sarana transportasi di ruas jalan tol dan jalan arteri nasional.

Pembatasan tersebut dilakukan dengan melarang sementara mobil penumpang dan bus umum atau perseorangan, memasuki ruas jalan tol dari dan keluar wilayah Jabodetabek, hingga menutup sementara akses layanan angkutan penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok.

Pembatasan Aktivitas Pegawai

Melalui surat edaran ini juga disampaikan pembatasan aktivitas para pegawai pada instansi atau kantor demi mengurangi penggunaan transportasi publik.

Seperti misalnya, menutup sementara perkantoran dan instansi pemerintah, menutup tempat wisata dan hiburan, tempat perbelanjaan dan perhotelan, hingga menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home.

"Pelaksanaan surat edaran ini, tetap memperhatikan kebijakan dan keputusan Kementerian Kesehatan atau Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19," tulis surat edaran tersebut.

Sementara itu, Staf Khusus Kemenhub Bidang Komunikasi, Adita Irawati yang dikonfirmasi Tribunnews malam ini, mengatakan, surat edaran tersebut menjadi acuan atau rekomendasi apabila Pembatasan Sosial Berskala Besar disetujui sesuai PP Nomor 21 Tahun 2020.

Update Rapid Test 1.582 Orang di Kota Depok: 65 Diantaranya Tunjukan Gejala Positif

Kisah Pemilik Warteg Saat Pandemi Corona: Pendapatan Merosot, Gagal Pulang Kampung

"Tetapi nanti dalam prosesnya dari Pemerintah Provinsi, mengajukan ke Menteri Kesehatan yang sebagai wakil pemerintah dalam urusan kesehatan," ujar Adita saat dikonfirmasi, Rabu (1/4/2020).

Surat edaran yang ditandatangani oleh Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Polana B. Pramesti ini, disebutkan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan dicabutnya masa status darurat bencana wabah penyaakit akibat Covid-19 di Indonesia oleh Badan Nasional Panggulangan Bencana (BNPB).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cegah Penyebaran Corona, BPTJ Resmi Setop Akses dan Semua Moda Transportasi di Jabodetabek,

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved