Breaking News:

Pentagon Butuh 100 Ribu Kantong Mayat untuk Warga AS Berisiko Korban Covid-19

Kabar mengejutkan datang dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang sedang mencari 100 ribu kantong mayat tambahan berstandar militer.

Editor: Y Gustaman
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi Virus Corona atau Covid-19 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNJAKARTA.COM, WASHINGTON - Kabar mengejutkan datang dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang sedang mencari 100 ribu kantong mayat tambahan berstandar militer.

Kantong mayat yang dicari Pentagon itu untuk persediaan korban sipil yang meninggal dunia karena pandemi virus corona atau Covid-19.

Sebelumnya, Pentagon mengajukan permintaan untuk membeli lebih banyak kantong mayat karena persediaan saat ini hanya tinggal 50 ribu saja.

Seperti diketahui, jumlah korban positif Covid-19 di negara itu terus meningkat dari hari ke hari.

Melansir laman The Hill, Kamis (2/4/2020), Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) AS telah meningkatkan permintaan menjadi 100.000 kantong mayat.

Permintaan tersebut telah dikirim melalui Badan Logistik Pertahanan AS yang mengawasi distribusi persediaan kantong mayat di Pentagon.

Saat ini Departemen Pertahanan telah mengirimkan stok kantong mayat ke rumah sakit Angkatan Laut dan ke New York serta Los Angeles untuk membantu meringankan beban rumah sakit yang penuh pasien corona.

Pada Selasa lalu, gugus tugas virus corona Gedung Putih memperingatkan negara itu bahwa diprediksi ada sekitar 240.000 orang Amerika yang berpotensi meninggal karena virus ini.

Bahkan angka itu berlaku bagi AS sebagai negara yang terus menegakkan aturan pembatasan jarak dan interaksi sosial (social distancing) sampai akhir April ini.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved