Antisipasi Virus Corona di DKI

Tunggu Instruksi Selanjutnya, PT MRT Jakarta Batasi Operasional dan Kurangi Headway Jadi 20 Menit

Kamal menjelaskan, pihak MRT Jakarta telah menerapkan sistem jarak keberangkatan kereta cepatnya, yakni 20 menit sekali.

ISTIMEWA
Uji Coba rangkaian kereta pertama MRT Jakarta menggunakan System Acceptance Test (SAT) di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Pihak PT MRT Jakarta angkat bicara perihal surat edaran Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Nomor 5 Tahun 2020.

Coporate of Secretary Division Head MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin, menyatakan hal ini masih sebagai pembatasan operasional.

"Saat ini arahan yang diterima MRT baik dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian Perhubungan/Surat Edaran BPTJ dan dari Pemerintah Provinsi, masih untuk pembatasan operasional," kata Kamal, sapaannya, saat dihubungi TribunJakarta.com, Kamis (2/4/2020).

Kamal menjelaskan, pihak MRT Jakarta telah menerapkan sistem jarak keberangkatan kereta cepatnya, yakni 20 menit sekali.

"Saat ini kami sudah membatasi jam operasional MRT dan mengurangi headway menjadi 20 menit sekali," jelas Kamal.

Selanjutnya, kata dia, pihak MRT Jakarta masih menunggu instruksi dari pemerintah.

"Untuk kedepannya kami menunggu instruksi pemerintah berikutnya," tutup Kamal.

Menyoal pencegahan virus corona (Covid-19), BPTJ mengeluarkan surat edaran perihal pembatasan penggunaan transportasi.

Hal ini termaktub dalam surat edaran BPTJ Nomor 5 Tahun 2020, tentang pembatasan penggunaan transportasi publik.

Tujuannya, mengurangi pergerakan masyarakat dari dan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Sebab, ini juga dimaksudkan sebagai langkah pencegahan Covid-19.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved