Antisipasi Virus Corona di DKI

Puskesmas Kramat Jati Gelar 400 Rapid Test Ulang

Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati Inda Mutiara mengatakan jumlah rapid test kedua yang digelar sebanyak 400, sesuai dengan ketersediaan alat

Dokumentasi Puskesmas Kecamatan Kramat Jati
Rapid test ulang digelar di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (3/4/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Sepuluh Puskesmas tingkat Kecamatan di Jakarta Timur hari ini mulai menyelenggarakan rapid test atau pemeriksaan cepat Covid-19 kedua.

Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati Inda Mutiara mengatakan jumlah rapid test kedua yang digelar sebanyak 400, sesuai dengan ketersediaan alat.

"Kita lakukan 400, pada rapid test sebelumnya dilakukan 500. Jumlah rapid test di masing-masing Puskesmas bisa berbeda-beda," kata Inda saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Jumat (3/4/2020).

Sebagaimana rapid test pertama yang digelar pada Kamis (26/3/2020), pemeriksaan diperuntukkan bagi tenaga medis, pasien dalam pengawasan (PDP).

Orang dalam pemantauan (ODP) yang sudah ditemukan dalam pemeriksaan awal sebelumnya di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati.

"Hari pertama ini sudah sekitar 70 orang yang dilakukan rapid test. Itu baru jumlah PDP dan ODP saja, belum termasuk tenaga medis yang rapid test ulang," ujarnya.

Inda menuturkan tak semua PDP dan ODP yang hasil rapid test pertamanya negatif diminta melakukan pemeriksaan ulang hari ini.

Terbatasnya alat jadi pertimbangan rapid test ulang lebih diperuntukkan bagi PDP dan ODP yang mengalami perburukan kondisi.

Sepanjang Maret 2020, Damkar DKI Semprot Disinfektan di 1.788 Lokasi Demi Mencegah Penyebaran Corona

"Kalau ditest ulang semua nanti habis yang buat masyarakat, yang penting kita sudah tahu hasilnya negatif. Yang wajib diulang itu ODP dan PDP kontak erat dengan pasien positif," tuturnya.

Sementara bagi kalangan medis, petugas laboratorium yang mengambil sampel swab, melakukan penyelidikan epidemiologi terkait Covid-19.

Memantau kondisi PDP dan ODP yang menjalani karantina mandiri di rumah, dan cleaning services yang menangani limbah diwajibkan test ulang.

"Untuk rapid test ulang tetap ada kriterianya, yang memiliki riwayat kontak erat dan menunujukkan gejala (terjangkit Covid-19)," lanjut Inda.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved