Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Ratusan Narapidana di Lapas Bulak Kapal Bekasi Wajib Lapor Via Video Call Saat Masa Asimilasi Corona

Kiki menyebut mereka bebas bersyarat, dalam artian para warga binaan yang dibebaskan ini wajib lapor hingga masa tahanannya habis

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
ilustrasi narapidana 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sebanyak 200 narapidana atau warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bulak Kapal Kota Bekasi dibebaskan atas kebijakan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly.

Menkumham menerbitkan Surat Keputusan Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

"Kebijakan asimilasi Covid-19 ada sebanyak 200 warga binaan dibebaskan sesuai kriteria yang berlaku," kata Kasie Binadik Lapas Kelas II A Bulak Kapal Kota Bekasi, Kiki Oditya, pada Jumat (3/4/2020).

Kiki menjelaskan proses pembebasan dilakukan bertahap setiap harinya hingga tanggal 7 April 2020.

"Kemarin lusa (Rabu) 15 dibebaskan, kemarin (Kamis) 20, dan hari ini 19 dibebaskan. Total diperkirakan ada 200 hingga 7 April nanti," ungkap dia.

Kiki menjelaskan narapidana yang dibebaskan dalam asimilasi ini, mereka yang telah menjalani 2/3 masa tahanan dan mereka juga bukan narapidana terkait dengan PP Nomor 99 Tahun 2012.

Syarat lainnya ialah para warga binaan yang saat masa tahanan berperilaku baik, dan bukan Warga Negara Asing (WNA).

"Kita mengikuti atau melaksanakan surat keputusan Kemenkumham. Termasuk syarat-syaratnya," imbuh dia.

Kiki menyebut mereka bebas bersyarat, dalam artian para warga binaan yang dibebaskan ini wajib lapor hingga masa tahanannya habis.

Wajib lapornya juga tak perlu mendatangi Lapas, akan tetapi melalui video call kepada petugas Lapas.

Halaman
12
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved