Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Pemakaman Jenazah Korban Covid-19 Sudah Ada Protokolnya, Warga Tangsel Tak Perlu Panik Tertular

Pemakaman jenazah korban virus corona atau Covid-19, sudah memiliki protokol atau prosedur tetap (Protap) tersendiri.

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan ( Tangsel), Benyamin Davnie, di RSU Tangsel, Pamulang, Selasa (10/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Pemakaman jenazah virus corona atau Covid-19, sudah memiliki protokol atau prosedur tetap (Protap) tersendiri.

Pemerintah kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), memastikan pihaknya taat menjalani protokol tersebut.

Hal itu dikatakan Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, saat ditemui di Posko Gugus Tugas Covid-19 Tangsel, Serpong, Minggu (5/4/2020).

"Semua ada prosedur tetapnya dalam rangka pemakaman jenazah yang diakibatkan penyakit menular. Kita sudah lakukan itu," ujar Benyamin.

Benyamin mengatakan, petugas medis yang mengurusi jenazah dari penjemputan di rumah sakit hingga ke pemakaman, mengenakan alat pelindung diri (APD).

Begitu juga mobil ambulans yang digunakan, sudah disemprot disinfektan.

Proses dari mulai memandikan, mengkafani hingga menguburkan, dilakukan petugas yang sudah dibekali prosedur keamanan.

"Protapnya adalah setelah dinyatakan meninggal oleh dokter, kami ada tim pemulasara di rumah sakit yang bersangkutan, kemudian tim di pemakaman paling tidak terdiri dari empat orang menjemput dari rumah sakit dengan pakaian lengkap."

"Setelah dimandikan, setelah dikafani dimasukkan ke dalam peti. Disterilkan petinya, kemudian dibawa ke pemakaman dan dimakamkan," paparnya.

Bagi keluarga yang ingin ikut memakamkan pun tak boleh menyaksikan dari dekat.

"Kalau ada orang lain yang ikut pemakaman itu jaraknya minimal 50 meter. Karena pemakamannya harus menggunakan baju khusus," jelasnya.

Benyamin juga menggarisbawahi pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) bahwa virus dalam jenazah yang meninggal, juga akan ikut mati, sehingga tidak akan menularkan ke yang hidup.

"Kami ingin sampaikan ke masyarakat, sebagaimana informasi dari WHO, bahwa kuman atau virus dalam jenazah itu akan mati. Jadi jangan khawatir terinfeksi dari jenazah, mobil jenazah," jelasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved