Breaking News:

Babak Baru Cawagub DKI

Pemilihan Wagub DKI Jakarta Hari Ini, Berikut Rekam Jejak hingga Visi Misi Riza Patria & Nurmansjah

DPRD DKI Jakarta akan menggelar paripurna Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Senin (6/4/2020).

Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda-KOMPAS.com/NURSITA SARI
Cawagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria & Nurmansjah Lubis 

Mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok dengan menjaga ketersediaan bahan baku dan menyederhanakan rantai distribusi dan menyediakan Kartu Pangan Jakarta.

Dia juga ingin menghentikan reklamasi teluk Jakarta untuk kepentingan pemeliharaan lingkungan hidup serta perlindungan terhadap nelayan, masyarakat pesisir dan segenap warga Jakarta.

Membangun pusat-pusat pariwisata dan tempat bersejarah serta pusat kegiatan warga sebagai tempat yang ramah, aman dan sejuk bagi anak, lansia dan disabilitas.

“Kemudian meningkatkan bantuan sosial untuk rumah ibadah, lembaga pendidikan keagamaan, lembaga sosial, sekolah minggu dan majelis taklim berbasis atas proposionalitas dan keadilan,” kata Riza berdasarkan dokumen paparan yang diterima.

Ketiga membantu gubernur dalam memantau dan mengevaluasi program kerja, dalam hal merevisi dan memperluas manfaat Kartu Jakarta Pintar (KJP) dalam bentuk KJP Plus. Merevisi dan memperluas manfaat Kartu Jakarta Sehat (KJS) Plus.

Menyelenggarakan festival olahraga dan kesenian Jakarta. Keempat, membantu gubernur memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan yang dilaksanakan oleh perangkat daerah kabupaten/kota dan sebagainya.

Terakhir, kelima memberikan saran dan pertimbangan kepada gubernur dalam rangka pelaksanaan pemerintahan daerah.

II. Nurmansjah Lubis

Fraksi : Partai Keadilan Sejahtera
Riwayat Pendidikan
-SDN Karet Belakang Pagi II Jaksel
-SMPN 1 Jakarta Pusat
-SMAN 7 Jakarta Barat
-D3 STAN
-Sarjana 1 STIE YAI Jakarta 1995
-Sarjana 2 STIE IPWI Jakarta 1997

Calon wakil Gubernur DKI Jakarta Nurmansyah Lubis membuka kedai kopi saat pelaksanaan car free day (CFD) di Jln Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (26/1/2020).
Calon wakil Gubernur DKI Jakarta Nurmansyah Lubis membuka kedai kopi saat pelaksanaan car free day (CFD) di Jln Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (26/1/2020). (Tribunnews.com/Fahdi)

Riwayat Organisasi
-Kader PKS 1988
-Bendaraha Umum PKS (1998-2000)
-Ketua Bidang Kaderisasi PKS (2000-2001)
-Ketua Umum PKS Kebon Pala I sejak (2002-2005)
-Ketua Komisi Legislasi Majelis Pertimbangan Wilayah (WPW) PKS (2005-2010)
-Ketua Komisi Kebijakan Publik dan Kajian Strategi MPW PKS (2010-2015)

Riwayat Pekerjaan di Pemerintahan
-Anggota DPRD DKI Jakarta (2004-2009)
-Anggota DPRD DKI Jakarta (2009-2014)

Selain sibuk menjadi legislatif daerah, Nurmansyah rupanya pecinta kopi, terutama kopi Indonesia.

Bahkan Nurmansjah Lubis memiliki usaha kopi bernama Kopi Bang Ancah sejak tahun 2016.

Visi misi:

Nurmansjah Lubis, memaparkan beberapa hal kalau dirinya terpilih jadi wagub.

Pertama, manajemen birokasi untuk mendukung pelaksanaan sejumlah program. Kedua, pengelolaan anggaran dan aset.

Ketiga, manajemen pelaksanaan rencana pembangunan agar sesuai target. Keempat, manajemen pelaksanaan kegiatan strategis daerah (KSD).

“Targetnya, memastikan semua program yang telah ditetapkan dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) bisa berjalan dan tidak tertunda. KSD dapat terlaksana dan penyerapan anggaran yang tinggi melalui pengelolaan yang transparan dan akuntabel,” paparnya.

Nurmansjah juga menyebut lima sasaran utamanya bila terpilih menjadi Wagub.

Pertama, meningkatnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran sehingga potensi penyimpangan dan anggaran tidak wajar dapat diketahui sejak awal.

Kedua, meningkatnya efisiensi dan kinerja birokrasi dan kapasitas, integritas serta profesionalitas SDM Pemprov DKI Jakarta dalam menjalankan program-program pembangunan.

Ketiga, meningkatnya kualitas perencanaan program pembangunan dan keterlibatan publik yang lebih luas sehingga dapat memastikan semua program bisa dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan.

Keempat, tumbuhnya budaya inovasi dalam pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Terakhir, kelima meningkatnya kemampuan audit dan pengawasan internal pemerintah daerah untuk menjamin tidak adanya penyimpangan anggaran dan pembangunan. (tribunjakarta/tribunnews/kompas)

Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Muji Lestari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved