Ahmad Riza Patria Wagub DKI

PKS Akui Kalah Dalam Pemilihan Wagub DKI: Di Tingkat Nasional Kami Sendirian Oposisi

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Mohammad Arifin mengatakan, kekalahan pihaknya tak terlepas dari situasi politik di tingkat nasional.

TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Mohammad Arifin, saat ditemui Wartawan di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (30/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ambisi Nurmansjah Lubis untuk mengisi kursi Wakil Gubernur (Wagub) DKI yang saat ini lowong harus pupus setelah kalah perolehan suara dari Ahmad Riza Patria.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pun harus gigit jari, sosok yang diusungnya tak jadi duduk mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Menanggapi kekalahan itu, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Mohammad Arifin mengatakan, kekalahan pihaknya tak terlepas dari situasi politik di tingkat nasional.

Pasalnya, saat ini PKS sendiri berdiri menjadi satu-satunya partai oposisi di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Di tingkat nasional PKS oposisi, sendirian jadi oposisi. Maka dampaknya juga dalam perpolitikan di DKI sebagaimana kita lihat hasil paripurna pemilihan Wagub hari ini," ucapnya, Senin (6/4/2020).

Sebagai ibu kota negara, Arifin menjelaskan, seluruh kebijakan pengurus partai di tingkat daerah sangat dipengaruhi oleh iklim perpolitikan di tingkat nasional.

Untuk itu, ia memaklumi bila PKS gagal menang dalam pemilihan Wagub pengganti Sandiaga Uno.

"Sebagai pengurus di DKI kebijakan itu mengikuti arahan dari pusat, enggak bisa kita mengambil kebijakan sendiri," ujarnya.

"Jadi saya melihat kemungkinan seperti ini karena dampak di tingkat nasional," sambungnya.

Halaman
1234
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved