Breaking News:

Preman Bakar Transgender di Cilincing

Teman Korban Galang Dana untuk Bayar Biaya Rumah Sakit Transgender Tewas Dibakar Hidup-hidup

Untuk menutupi biaya rumah sakit, teman-teman korban sesama transpuan rela menggalang dana lewat media sosial.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
indiatimes.com
Ilustrasi orang dibakar 

Namun, teriakan ON tak digubris dua bajilo tersebut.

"Gua bilang, heh jangan disiram bensin dong, dia ini orang, bukannya apa. Jangan main bakar-bakar aja. Apa yang saya omongin itu nggak direspon, nggak digubris," katanya.

Sebelum aksi pembakaran, ON juga sempat menyarankan agar Mira dibawa ke kantor polisi dan kasus ini diselesaikan oleh aparat berwajib.

Namun, tak ada satupun yang mengindahkan saran ON. Akhirnya, Mira meninggal dunia ketika sudah dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi luka lebam dan luka bakar di tubuhnya.

Mira meninggal dunia pada Minggu (5/4/2020) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

"Dia meninggal di rumah sakit Koja. Meninggalnya Minggu jam 12. Dibakarnya Sabtu," ucap ON.

 Kamu Sering Insomnia? Atasi dengan 10 Hal Mudah Berikut Ini

 Update Corona Tangsel Senin 6 April 2020: ODP 450, PDP 185, Positif 56, Meninggal 36 dan Sembuh 18

Kanit Reskrim Polsek Cilincing, AKP Bryan Rio Wicaksono membenarkan informasi tersebut.

"Iya (benar ada peristiwa tersebut)," kata Bryan saat dikonfirmasi wartawan.

Meski begitu, Bryan belum bisa menjelaskan secara detail terkait kronologis peristiwa itu.

Menurut dia, saat ini polisi masih mengejar para tersangka yang terlibat dalam pembakaran transpuan tersebut.

"Sementara masih dalam pengejaran pelakunya, mohon doanya agar terungkap. Nanti kami informasikan kembali," kata Bryan.

Kronologi

Seorang transgender perempuan (transpuan) bernama Mira meninggal dunia usai dibakar hidup-hidup oleh sekelompok preman di Cilincing, Jakarta Utara.

Teman korban, Yuni Irwan menjelaskan kronologi terkait peristiwa pembakaran tersebut.

Yuni menceritakan, peristiwa pembakaran diawali pada Jumat (3/4/2020) malam.

Kala itu, Mira tengah berada di sekitar kontrakannya di kawasan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.

Malam itu, Mira dituduh mengambil ponsel dan dompet milik seorang sopir truk yang biasa beroperasi di kawasan Cilincing.

Namun, tuduhan itu dibantah Mira yang bersikeras mengaku bukan dia lah pencurinya.

Diceritakan Yuni, sopir truk tersebut lalu menggeledah Mira hingga ke kontrakannya namun tak menemukan barang yang dicarinya.

"Jadi pertama yang korban (pencurian) nyari si Mira nggak ketemu si Mira. Tetapi diperiksa ke kamarnya diantar sama warga di situ nggak ditemukan apa-apa, nggak ada barang bukti juga, di kontrakan si Mira," kata Yuni saat dihubungi TribunJakarta.com, Senin (6/4/2020).

Karena barang bukti pencurian tak ditemukan, sopir truk tersebut didiga memanggil sekelompok preman yang biasa beraksi sebagai bajing loncat (bajilo) untuk kembali menemui Mira.

Sekelompok bajilo yang menurut Yuni berjumlah tujuh orang tersebut lantas kembali menjemput paksa Mira dari kontrakannya.

Mira yang merasa tak bersalah akhirnya mengikuti para bajilo tersebut ketika dibawa ke lokasi kehilangan barang.

Mereka lalu mengeroyok Mira tanpa ampun.

"Si Mira-nya nggak mau ngaku dia digebukin, tetap dia nggak mau ngaku. Jadi tujuh orang yang gebukin itu nggak mau ngaku," jelas Yuni.

Lantaran Mira bersikeras membantah dituduh mencuri, sekelompok preman itu lalu makin geram.

Mereka kemudian tega menyiramkan bensin ke tubuh Mira dan membakarnya.

Usai dibakar hidup-hidup, Mira dilarikan ke RSUD Koja, Jakarta Utara, untuk mendapatkan penanganan intensif.

Namun, nyawa Mira tak tertolong setelah dirawat hingga Sabtu siang. Sekira pukul 12.00 WIB, Mira meregang nyawa.

Adapun informasi terkait pembakaran ini sempat disebarluaskan di media sosial.

Informasi tersebut salah satunya diunggah lewat akun Instagram @rumahpuan_.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved