Virus Corona di Indonesia

Tokoh Muda Cirebon Serukan Gotong Royong Semesta Hadapi Covid-19

Menurutnya, bukan saja Pemerintah namun sudah saatnya masyarakat harus bersatu padu, bahu-membahu menghadapi masalah ini.

Istimewa
Tokoh muda di Cirebon, Andri W Kusuma (AWK) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tokoh Muda Cirebon, Andri W Kusuma (AWK) mengajak seluruh elemen masyarakat bahu-membahu iktu menanggulangi penyebaran virus corona.

Jumlah pasien positif corona di Indonesia hingga 6 April 2020 mencapai 2.491 Kasus. Sementara, jumlah korban meninggal 209 orang.

“Sekarang enggak usah menyalahkan siapa-siapa, saatnya kita bersama-sama melawan Covid 19 ini lakukan ‘Semesta Bergotong royong’,” kata Andri kepada wartawan, Senin (6/4/2020).

Menurutnya, bukan saja Pemerintah namun sudah saatnya masyarakat harus bersatu padu, bahu-membahu menghadapi masalah ini.

“Virus Covid 19 ini tidak hanya merusak secara kesehatan, tapi merusak perekonomian secara umum," kata Andri.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) ini mengatakan, pandemi virus Covid 19 sudah menjadi masalah dunia.

Oleh karena itu, butuh penanganan menyeluruh dan bersama-sama agar pandemi ini bisa segera berakhir.

“Semua pihak sebaiknya melakukan apapun yang bisa dilakukan, untuk membantu saudara-saudara kita yang saat ini menjadi korban terdampak. Baik secara kesehatan maupun ekonomi. Sudah saatnya semesta bersatu dan bergotong-royong," sambungnya.

Ia juga meminta kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk segera menambah ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis, dan masker serta hand sanitizer untuk masyarakat.

Selain itu, menurutnya, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak akan dapat maksimal kalau pemerintah pusat maupun derah tidak segera menyediakan masker dan hand sanitizer untuk masyarakat serta APD untuk tenaga Medis.

Lalu ia juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon harus segera memikirkan cara terbaik dalam hal menyekat pintu-pintu masuk ke Cirebon, terutama bagi pemudik.

Baik dalam rangka munggah ataupun menyambut bulan Ramadan dan Idul Fitri.

"Jadi harus dibuat tempat-tempat pemeriksaan atau penyekatan di pintu-puntu masuk. Kalau perlu, ada tempat khusus untuk isolasi bagi pendatang, atau pemudik yang utamanya datang dari daerah epicentrum Covid-19,” katanya.

Dia mencontohkan, dari Jakarta atau Bandung atau pendatang yang memang sedang sakit, agar tidak dapat langsung masuk ke Kabupaten Cirebon.

“Dan soal tes cepat atau rapid tes untuk Covid-19 yang dimiliki oleh Pemkab Cirebon, agar dipusatkan utamanya untuk para pendatang dan ditempatkan di seluruh pintu masuk Kabupaten Cirebon, agar dapat melindung warga Cirebon," ujarnya.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved