Antisipasi Virus Corona di DKI

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Lebih dari 1 Juta Pekerja di Jakarta Bekerja di Rumah

satu juta lebih karyawan di Jakarta bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) imbas mewabahnya virus corona ( Covid-19).

IST/GRID
Ilustrasi Work From Home (WFH) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sebanyak satu juta lebih karyawan di Jakarta bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) imbas mewabahnya virus corona ( Covid-19).

Adapun data tersebut diperoleh berdasarkan informasi yang diperoleh TribunJakarta.com dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertrans dan Energi) DKI Jakarta.

Kepala Disnakertrans DKI Jakarta Andri Yansyah menuturkan, jutaan karyawan tiu berasal dari 3.379 perusahaan.

"Sampai dengan 7 April ini ada 3.379 perusahaan dengan jumlah 1.208.508 tenaga kerja yang melaksanakan langkah-langkah pencegahan Covid-19," ucapnya, Selasa (7/4/2020).

Kompetisi Liga 1 2020 Berhenti, Persija Jakarta Ikuti Anjuran PSSI Pangkas Gaji Pemain

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini pun menginbau kepada perusahaan yang belum menerapkan pola kerja dari rumah untuk segera menerapkannya.

Hal ini perlu dilakukan guna memutus mata rantai penularan virus corona (Covid-19) yang saat ini tengah mewabah.

Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang imbauan bekerja dari rumah atau work from home (wfh) selama dua pekan ke depan atau hingga 19 April 2020.

Anies Baswedan Komentari Terpilihnya Ahmad Riza Patria Jadi Wagub DKI: Saya Harap Prosesnya Tuntas

Adapun imbauan ini tertuangan dalam Surat Edaran No 20/SE/2020 tentang Perpanjangan Imbauan Bekerja dari Rumah yang dikeluarkan Donas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertrans dan Energi).

Kepala Disnakertrans DKI Jakarta Andri Yansyah menuturkan, imbauan diberikan demi meningkatkan kewaspadaan sekaligus upaya memutus mata rantai penularan virus corona atau Covid-19.

"Hal ini berlaku untuk beberapa perusahaan di seluruh DKI Jakarta dalam rangka kewaspadaan penularan wabah COVID-19," ucapnya, Senin (6/4/2020).

10 Pemain Termahal yang Pernah Direkrut Persija Jakarta, Adakah Nama Marko Simic?

Ia pun berharap, semua perusahaan di Jakarta dapat segera menerapkan imbauan tersebut, kecuali pada tujuh bidang perusahaan.

"Ada beberapa bidang menyangkut pemenuhan kebutuhan masyarakat yang tidak bisa dilakukan pekerjaannya dari rumah, seperti kesehatan, langan/kebutuhan pokok, energi, jasa keungan, dan sistem pembayaran," ujarnya.

"Kemudian, transportasi, telekomunikasi, maupun bidang lainnya yang menyangkut kebutuhan dasar manusia dan masyarakat," sambungnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved