Penangkapan Wanita Bandar Sabu

Kapolres Jakut Ingatkan Agar Situasi Pandemi Tidak Dimanfaatkan untuk Penyalahgunaan Narkoba

Polres Metro Jakarta Utara mewanti-wanti agar situasi pandemi virus corona ( Covid-19) tidak dimanfaatkan siapapun untuk menyalahgunakan narkoba.

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Polres Metro Jakarta Utara mewanti-wanti agar situasi pandemi virus corona ( Covid-19) tidak dimanfaatkan siapapun untuk menyalahgunakan narkoba.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto memastikan, polisi tak akan kendor memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tengah pandemi ini.

"Kami dari kepolisian walaupun kita tahu bahwa situasi saat ini sedang menghadapi pandemi wabah virus Covid-19, namun kami dari pihak kepolisian akan selalu tegas dalam menegakkan hukum," kata Budhi di kantornya, Selasa (7/4/2020).

"Khususnya terhadap kejadian ataupun kasus-kasus penyalahgunaan narkotika," imbuh dia.

Karenanya, Budhi mengingatkan kepada pihak-pihak yang masih menyalahgunakan maupun mengedarkan narkoba agar berhenti.

Mulai Kamis, Anies Pastikan Distribusikan Sembako ke Masyarakat Miskin Terdampak Wabah Corona

Ia meminta para pengguna, pengedar, maupun bandar narkoba agar tidak lagi menyalahgunakan barang haram tersebut.

"Karena kalau tidak, kami akan terus memburu dan akan terus melakukan penegakkan hukum terhadap para penyalahguna narkotika khususnya para pengedar dan para bandar," ucap Budhi.

Sebelumnya, Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Utara meringkus sindikat pengedar narkoba dari Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sindikat ini dipimpin seorang bandar berjenis kelamin wanita berinisial JLH (40).

Sebelum Diringkus, Sindikat Sabu Kampung Bahari Diduga Sempat Buang Sebagian Barang Bukti

JLH diringkus bersama dengan kurir yang dipekerjakannya, AB (25) dan AA (27) saat hendak membawa sabu dari Bogor menuju ke Tanjung Priok, Senin (6/4/2020) lalu.

Selain sabu seberat 59,96 gram, polisi juga mengamankan senjata api rakitan yang dibawa tersangka AA.

AA tewas ditembak mati polisi karena mencoba melawan saat hendak ditangkap. Jenazahnya kini sudah berada di RS Polri Kramat Jati.

Sementara itu, tersangka JLH dan AB dijerat pasal 114 ayat (2) Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved