Kapolres Minta Maaf karena Warga Berjubel Sambut Eva Yolanda di NTB, Ini Profil Sang Finalis LIDA

Kapolres meminta maaf meminta maaf apabil polisi telah dianggap kecolongan saat ini sedang ada pandemi virus corona

Penulis: Erik Sinaga 2 | Editor: Wahyu Aji
Istimewa
Peserta LIDA 2020 asal NTB, Eva Yolanda 

TRIBUNJAKARTA.COM, MATARAM- Kapolres Lombok Timur AKBP Tunggul Sinatrio memohon maaf terkait adanya kerumuman massa saat kepulangan Eva Yolanda ke Desa Lando, Terara, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Eva adalah kontestan Liga Dangdut Indoenesia (LIDA) 2020 dari NTB. Kapolres meminta maaf meminta maaf apabil polisi telah dianggap kecolongan saat ini sedang ada pandemi virus corona atau Covid-2019.

Tunggul Sinatrio pada dasarnya mengatakan polisi sudah mengawal Eva Yolanda demi mencegah kerumuman massa. Namun, masyarakat atau penggemar Eva Yolanda datang berjubel. Simak selengkapnya:

1. Desak-desakan demi idola

Finalis Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2020, Eva Yolanda, tengah menjadi perbincangan di media sosial. 

Hal itu disebabkan beredarnya video yang berisi Eva disambut kerumunan massa ketika ia pulang kampung ke Nusa Tenggara Barat ( NTB).

Eva diketahui baru tereliminasi dari panggung LIDA Indosiar pada Jumat (3/4/2020).

Video penyambutan Eva tersebut langsung mendapatkan sorotan. Sebab, hal tersebut tak sepantasnya dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

Pemerintah sudah mengimbau warga untuk menjaga jarak atau physical distancing. Pada acara LIDA, Senin (6/4/2020) malam, presenter Gilang Dirga mewakili Indosiar mengklarifikasi acara penyambutan untuk Eva. 

"Terkait acara apa pun yang menyangkut duta provinsi (finalis LIDA), apakah dari penggemar dan lain-lain, sudah tidak ada sangkut pautnya dengan Indosiar," kata Gilang Dirga, Senin malam.

Ia mengimbau para penggemar maupun masyarakat untuk tidak menggelar acara yang melibatkan banyak orang atau kerumunan.

"Sesuai imbauan pemerintah, (kerumunan) bisa membahayakan dalam penyebaran Covid-19," ujar Gilang. 

Finalis LIDA 2020 berasal dari seluruh provinsi di Indonesia.

Para finalis yang tereliminasi langsung pulang ke kampung halamannya. Namun, para finalis ini mematuhi peraturan pemerintah dengan melakukan karantina diri di rumah selama 14 hari.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved