Penangkapan Wanita Bandar Sabu

Sebelum Diringkus, Sindikat Sabu Kampung Bahari Diduga Sempat Buang Sebagian Barang Bukti

Sindikat pengedar sabu Kampung Bahari yang dipimpin bandar seorang wanita berinisial JLH (40) diduga sempat membuang barang bukti.

ISTIMEWA
Tangkapan layar barang bukti sabu ditemukan dalam ban serep. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Sindikat pengedar sabu Kampung Bahari yang dipimpin bandar seorang wanita berinisial JLH (40) diduga sempat membuang sebagian barang bukti saat hendak diringkus pada Senin (6/4/2020) lalu.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, ada upaya dari para tersangka untuk membuang barang bukti sabu saat terjadi kejar-kejaran dengan polisi.

"Pada saat terjadi kejar mengejar, dari pemantauan yang dilakukan petugas pengejar, terlihat adanya gerakan atau upaya dari para tersangka yang ada di mobil untuk membuang barang bukti," kata Budhi, Selasa (7/4/2020).

Aksi kejar-kejaran tersebut terjadi di Jalan Tol Pelabuhan atau Jakarta Inner Ring Road pada Senin sore.

Dugaan bahwa ada upaya membuang barang bukti oleh para tersangka terlihat ketika petugas berada di belakang mobil tersangka.

Siapkan Peraturan Mengikat, Pemprov DKI Jakarta Bakal Resmi Terapkan PSBB Jumat Mendatang

Budhi menuturkan, setelah para tersangka berhasil diringkus, didapati sabu seberat 59,96 gram yang disembunyikan dalam ban serep mobil. Namun, diduga sabu tersebut belum merupakan barang bukti yang dimiliki tersangka secara keseluruhan

"Oleh karena itu petugas masih melakukan pencarian terhadap barang bukti yang diduga dibuang oleh para tersangka," kata Budhi.

Selain JHL, polisi juga meringkus kurir yang dipekerjakannya yakni AB (25) dan AA (27).

Selain sabu seberat 59,96 gram, polisi juga mengamankan senjata api rakitan yang dibawa tersangka AA.

Ingatkan Penumpang Tentang Etika Batuk, Sopir Bus Meninggal karena Covid-19 Beberapa Hari Kemudian

AA tewas ditembak mati polisi karena mencoba melawan saat hendak ditangkap. Jenazahnya kini sudah berada di RS Polri Kramat Jati.

Sementara itu, tersangka JLH dan AB dijerat pasal 114 ayat (2) Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved