Antisipasi Virus Corona di DKI

Siapkan Peraturan Mengikat, Pemprov DKI Jakarta Bakal Resmi Terapkan PSBB Jumat Mendatang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bakal segera diterapkan pada 10 April mendatang.

Istimewa/Dokumetasi Pemprov DKI Jakarta
Telekonferensi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan para wali kota yang diunggah di lawan youtube milik Pemprov DKI. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bakal segera diterapkan pada 10 April mendatang.

Hal ini disampaikannya usai membahasnya dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimdan) bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono.

"DKI Jakarta akan melaksanakan PSBB sebagaimana digariskan oleh keputusan menteri efelto mulai Jumat tanggal 10 April 2020," ucapnya, Selasa (7/4/2020).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebut, kini pihaknya tengah menggodok peraturan terkait penerapan PSBB di ibu kota.

"Sekarang dalam proses finalisasi, mudah-mudahan besok peraturannya akan keluar resmi," ujarnya di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Sebut Ada Seorang Ayah Meninggal Karena Covid-19, Sekeluarga Diisolasi

Anies menjelaskan, penerapan PSBB yang tertuang dalam peraturan itu tak akan jauh berbeda dibandingkan kebijakan yang selama ini telah dikeluarkannya.

Namun, dengan adanya aturan tersebut, maka akan ada sanksi mengikat yang bakal diterapkan bila ada masyarakat yang melanggarnya.

"Utamanya adalah komponen penegakkan karena akan disusun peraturan yang memiliki kekuatan mengikat kepada warga untuk mengikuti," kata Anies.

Ingatkan Penumpang Tentang Etika Batuk, Sopir Bus Meninggal karena Covid-19 Beberapa Hari Kemudian

Untuk itu, ia berharap, seluruh komponen masyarakat bisa benar-benar menerapkan kebijakan yang nanti bakal diatur dalam peraturan itu.

Hal ini perlu dilalukan secara disiplin oleh masyarakat demi memutus mata rantai penyebaran virus corona.

"Kita berharap, pembatasan nantinya bisa ditaati, sekaligus menjadi pesan semua bahwa ketaatan kita membatasi pergerakan, membatasi interaksi itucakan sangat mempengaruhi kemamluan kita untuk mengendalikan virus ini," tuturnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved