Breaking News:

Taman Jadi Lokasi Pemakaman Sementara Korban Corona karena Kamar Mayat Hampir Penuh

Kamar mayat hampir penuh oleh korban virus corona atau Covid-19, hal paling mungkin menjadikan taman untuk pemakaman.

Editor: Y Gustaman
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona 

Sudah Diprediksi

Kondisi terburuk di New York sudah diprediksi awal Maret oleh salah satu dokter di New York, dokter Shamit Patel.

Patel mengatakan tim medis kota New York sedang menyiapkan kondisi yang terburuk dalam beberapa hari ke depan negara bagian itu.

Ratusan Karyawannya Kena PHK Imbas Corona, Ramayana Depok Buka Suara

Dia berharap, semoga saja dia tidak harus mulai memilih pasien infeksi virus corona mana yang akan dia obati.

Hanya 10 hari lalu, hanya setengah dari pasien internis berusia 46 tahunan di Beth Israel, salah satu rumah sakit di Mount Sinai di Manhattan menderita virus corona.

Pada pekan lalu, sebanyak 85 sampai 90 persen dari pasien-pasiennya menderita penyakit itu.

Dokter Patel melaporkan pada media Perancis, AFP bahwa dia dan tim medis lain sudah berhenti mengunjungi pasien biasa.

"Rumah sakit ini penuh dengan pasien virus corona," ujar Patel.

"Kami (saat ini) masih belum kelebihan kapasitas, tapi kami sedang mengupayakannya," ujar Patel yang juga berpikir rumah sakit semestinya telah merencanakan dengan baik.

Gelombang pasien virus corona di rumah sakit Beth Israel sesuai dengan banyaknya pasien yang membanjiri di Kota New York.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved