Virus Corona di Indonesia

Siapakah yang Berhak Dapatkan BLT Selama 3 Bulan? Tak Semua Warga Miskin dan Penerima Bansos Berikut

Siapakah yang berhak mendapatkan bantuan langsung tunai atau BLT selama 3 bulan? Warga miskin penerima bansos ini tak masuk kriteria penerima BLT.

Tayang:
Editor: Y Gustaman
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Pencabutan label Keluarga Miskin oleh Pemerintahan Kota Tangerang di rumah salah satu warga di Kecamatan Neglasari, Kamis (5/9/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Siapakah yang berhak mendapatkan bantuan langsung tunai atau BLT selama 3 bulan? Warga miskin penerima bansos ini tak masuk kriteria penerima BLT.

Seperti diketahui, Pemerintah Pusat telah menetapkan bantuan untuk warga miskin atau tak mampu yang secara ekonomi terdampak pandemi Covid-19.

Bantuan tersebut meliputi BLT, paket sembako dan bantuan lainnya. Namun, khusus BLT untuk luar Jabodetabek, tapi tak semua warga miskin dapat.

Keputusan ini diambil dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo lewat video conference, Selasa (7/4/2020) kemarin.

BLT untuk luar Jabodetabek

Diketahui untuk warga di luar wilayah Jabodetabek akan mendapatkan BLT.

Jumlah yang diterima tiap keluarga  adalah Rp 600 ribu per bulan dan akan diberikan selama tiga bulan, dimulai dari bulan April ini.

"BLT selama tiga bulan dengan indeks juga Rp 600 ribu per keluarga," kata Juliari.

BLT ini akan diberikan kepada seluruh keluarga di luar wilayah Jabodetabek yang terdata dalam data terpadu Kemensos.

Ia memperkirakan ada sekitar 9 juta keluarga yang akan menerima BLT ini.

Selain mengandalkan data Kemensos, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan tiap pemerintah daerah untuk pemutakhiran data.

"Nanti kami juga minta data tambahan dari pemda," kata Juliari.

Namun ada syarat untuk mendapatkan BLT ini, yakni keluarga tersebut belum menerima bansos lain, seperti Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Nontunai, ataupun Kartu Prakerja.

Bantuan lain

Khusus untuk Program Keluarga Harapan akan ditambah jumlah penerimanya dari 9,2 juta keluarga menjadi 10 juta keluarga.

Nilai uang tunai yang diberikan untuk tiap penerima manfaat juga meningkat 25 persen.

"Dan juga penyaluran dipercepat dari tiga bulan sekali menjadi sebulan sekali," kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat.

Penerima Kartu Sembako juga dinaikkan dari 15,2 juta penerima menjadi 20 juta penerima.

Nilainya juga dinaikkan sebesar 30 persen dari Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu dan akan diberikan selama sembilan bulan.

Lalu, Kartu Prakerja juga anggarannya dinaikkan dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun.

Penerima manfaatnya juga ditambah menjadi 5,6 juta orang.

"Terutama untuk yang terkena PHK, pekerja informal, pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak Covid-19," kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Terakhir, pemerintah juga menggratiskan tarif listrik bagi pelanggan 450 VA dan diskon 50 persen untuk pelanggan 900 VA kategori subsidi.

Pembebasan tarif dan diskon listrik ini berlaku tiga bulan, yakni pada bulan April, Mei, dan Juni.

Total, pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp 110 triliun yang dialokasikan untuk berbagai program jaring pengaman sosial ini.

Paket sembako untuk Jabodetabek

Perlu diingat, bantuan untuk masyarakat miskin berupa paket sembako berlaku untuk warga di Jabodetabek.

Nah, warga miskin di DKI Jakarta mendapatkan paket sembako ini.

Lima daerah lain yang berbatasan dengan Jakarta juga akan kebagian paket sembako, yakni Kabupaten Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi.

Menteri Sosial Juliari Batubara menyebutkan, warga di Jabodetabek akan mendapatkan paket sembako senilai Rp 600 ribu per bulan.

"Akan ada bansos khusus dari Presiden untuk Jabodetabek berupa paket sembako senilai Rp 600 ribu per keluarga," kata Juliari usai rapat dengan Presiden.

Paket sembako tersebut akan diberikan selama tiga bulan dan akan dimulai per April ini.

Jadi, total tiap keluarga miskin akan mendapat paket sembako senilai Rp 1,8 Juta.

"Penyaluran akan kami mulai dalam waktu dua minggu dari sekarang," kata Juliari.

Juliari menyebutkan, pemerintah menggunakan data terpadu milik Kemensos dalam memilih tiap keluarga yang berhak mendapatkan paket sembako ini.

Data itu akan dilengkapi juga dengan data milik pemerintah daerah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, ada 1,7 juta keluarga di wilayah Jabodetabek yang akan menerima paket sembako ini.

Libatkan pedagang dan ojek

Presiden Jokowi meminta penyaluran program jaring pengaman sosial ini dieksekusi dengan melibatkan pedagang sembako hingga pengendara ojek.

Jokowi ingin banyak pihak terlibat dalam penyaluran bansos agar ada pergerakan ekonomi di tengah pandemi virus corona Covid-19.

"Rancang mekanisme yang bisa melibatkan sektor usaha mikro, usaha kecil, pedagang sembako di pasar, jasa transportasi ojek," kata Jokowi.

"Sehingga ini bisa menggerakkan, mengikutsertakan usaha-usaha di bawah agar bersama-sama dengan kita, dan juga ekonomi di bawah juga ikut bergerak," sambungnya.

Jokowi juga meminta jajarannya memastikan bahwa penyaluran berbagai bantuan ini tepat sasaran.

"Data dari kelompok-kelompok penerima manfaat, saya ingin by address sehingga tepat dan akurat melibatkan RT/RW dan pemerintah desa dan pemerintah daerah. Sehingga, betul-betul bantuan ini bisa tepat," tegasnya.

Jokowi juga meminta agar penyaluran bantuan ini secepat mungkin dilakukan.

Sebab, dampak wabah Covid-19 sudah mulai dirasakan oleh masyarakat. Ia juga meminta mekanisme penyalurannya dibuat seefisien mungkin.

"Gunakan cara-cara praktis dan tidak berbelit-belit dan tidak menyulitkan masyarakat," ujar Kepala Negara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Jokowi Programkan Penyaluran Paket Sembako dan BLT, Ini Rinciannya

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved