Breaking News:

Preman Bakar Transgender di Cilincing

Tiga DPO Pembakar Transgender di Cilincing Diimbau Serahkan Diri

Polres Metro Jakarta Utara menangkap para pelaku pembakaran terhadap Mira (43), seorang transgender perempuan warga Cilincing, Jakarta Utara.

TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Konferensi pers ungkap kasus pembakaran terhadap transgender, Rabu (8/4/2020) di Mapolres Metro Jakarta Utara. 

Untuk para tersangka yang sudah ditangkap, yakni AP, RT, dan AH, polisi menetapkan pasal 170 KUHP ayat 2 tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Ancaman hukuman pidana maksimal 12 tahun," tutup Budhi.

Bercak Darah Transgender yang Dibakar Hidup-hidup di Tanjung Priok Masih Tersisa di Barang Ini

Konferensi pers ungkap kasus pembakaran terhadap transgender, Rabu (8/4/2020) di Mapolres Metro Jakarta Utara.
Konferensi pers ungkap kasus pembakaran terhadap transgender, Rabu (8/4/2020) di Mapolres Metro Jakarta Utara. (TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino)

Polres Metro Jakarta Utara mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP kejadian pembakaran terhadap transgender Mira (43), di kawasan Tanah Merah, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.

Sejumlah barang bukti yang diamankan antara lain plastik berisi bekas bensin dan juga korek api yang dipakai para tersangka untuk membakar Mira.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, polisi juga menemukan papan kayu yang ketika ditemukan masih terdapat bercak darah Mira.

"(Ada) papan kayu dengan noda darah, sendal milik korban, kemudian ikat rambut milik korban, dan satu unit motor yang digunakan untuk menjemput korban," ucap Budhi, Rabu (8/4/2020).

Sebelum dibakar, Mira memang sempat dipukuli para tersangka ketika menginterogasinya terkait perbuatannya mencuri ponsel milik sopir truk.

Pemukulan tersebut lalu berujung Mira yang akhirnya mengakui bahwa ia telah mencuri ponsel itu.

Korban dipukuli, kemudian dianiaya dan sebagainya, yang pada akhirnya korban mengakui, membenarkan bahwa korban yang telah mengambil HP milik saksi (KM)," ucap Budhi.

Para tersangka makin geram karena Mira enggan memberitahu ke mana dirinya menjual ponsel curian itu.

Akhirnya, tersangka AP membeli bensin untuk disiramkan ke tubuh Mira supaya ia mengaku.

Bensin yang telah dibeli AP lalu disiramkan ke tubuh. Kemudian, untuk menakut-nakuti, tersangka PD memainkan korek api di dekat tubuh Mira yang dipenuhi bensin.

"Ketika korek api dinyalakan, di situ karena sudah disiramkan bensin,maka api langsung tersambar dan membakar tubuh korban," kata Budhi.

Tubuh Mira yang terbakar sempat coba dipadamkan oleh para tersangka. Namun, karena terlanjur panik, mereka akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian, meninggalkan Mira seorang diri dijilati api.

Mira kemudian sempat memadamkan dirinya sendiri dengan mencari kubangan air di garasi truk trailer tempat dirinya dibakar.

130 Tenaga Medis Terinfeksi Virus Corona di Jakarta, 1 Orang Meninggal Dunia

Vanessa Angel Dijemput Polisi: Terkait Pil Xanax, Kondisi Kesehatan Diungkap Pengacara

Setelah itu, Mira mencari pertolongan dari warga sekitar.

Sejumlah saksi yang melihat kondisi Mira langsung melarikannya ke RSUD Koja.

Mira akhirnya tutup usia pada Minggu (5/4/2020) siang setelah dirawat semalaman.

Adapun tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini berjumlah enam orang.

Enam tersangka tersebut masing-masing berinisial AP (27), RT (24), AH (25), PD (DPO), AB (DPO) dan IQ (DPO).

Untuk para tersangka yang sudah ditangkap, yakni AP, RT, dan AH, polisi menetapkan pasal 170 KUHP ayat 2 tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Ancaman hukuman pidana maksimal 12 tahun," tutup Budhi.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved