Breaking News:

Sidang Kasus Penusukan Wiranto

4 Fakta Sidang Perdana Abu Rara: Merasa Diincar Densus dan Pura-pura Tidak Kenal dengan Istri

Dalam persidangan, terungkap Abu Rara merasa dirinya menjadi target Densus 88. Dia kemudian menyusun rencana

Dok Humas PN Jakarta Barat
Persidangan perdana kasus penusukan Wiranto digelar di PN Jakarta Barat dimana terdakwa mengikuti sidang melalui telekonpers. 

Keluarga Abu Rara sudah berkumpul di ruang tengah kontrakannya pukul 05.00 WIB di hari Kamis (10/10/2019).

Mereka duduk melingkar dan menumpukan tangan.

Mereka melakukan kegiatan yang dalam kelompoknya disebut dengan baiah. Abu Rara memimpin baiah.

Saat waktu menunjukkan Pukul 09.00 WIB, Abu Rara membangunkan anak dan istrinya kemudian bergegas menuju Alun-Alun Menes.

Masing-masing dari mereka sudah membawa kunai yang diselipkan di dalam bajunya.

Abu Rara pun berpesan agar selama di sana mereka tak saling mengobrol dan seolah-olah saling tidak mengenal.

Selama menunggu kedatangan Wiranto dan rombongan, ketiganya berada di sisi Gapura Timur alun-alun Menes.

Tiga jam kemudian atau sekira Pukul 12.00 WIB, rombongan mobil yang membawa Wiranto tiba.

Saat Wiranto tiba dan baru turun dari mobil, Abu Rara langsung mendekat dan menusukkan kunai yang dia ambil dari manset di lengan kirinya ke perut Wiranto hingga eks Menko Polhukam itu terjatuh.

Melihat hal itu, ajudan dan petugas keamanan langsung berusaha menangkap Abu Rara.

Namun dia masih sempat berusaha menyerang dan melukai seorang bernama Fuad Syauqi di bagian dadanya.

Sementara itu, melihat sang suami beraksi, Fitri Diana dari arah belakang juga ikut menusuk punggung Kapolsek Menes, Kompol Dariyanto menggunakan kunai.

Sedangkan anak mereka tak sampai ikut lakukan amaliyah. Sang anak justru berlari ke rumah kontrakan dan menyerahkan kunainya kepada seseorang.

Dalam kasus penusukan ini, Abu Rara didakwa Pasal 15 jo Pasal 6 jo Pasal 16 A UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang.

Sopir Truk Beranak Empat Cabuli Bocah 9 Tahun di Pulogadung Jakarta Timur

Sehari Jelang PSBB DKI, 18.000 Paket Sembako Dibagikan untuk Warga Penjaringan

Terapi Pijat Sambal Mbah Kamar, Buat Lotion dari 45 hingga 60 Cabai, Tamu Ramai Saat Corona Mewabah

Ancaman hukuman dalam Pasal 6 ialah pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, pidana penjara seumur hidup, atau pidana mati. Sementara Pasal 16 A merupakan ketentuan pemberatan pidana ditambah 1/3 karena melibatkan anak.

Dalam sidang hari ini, Abu Rara beserta dua terdakwa lain yakni sang istri Fitria Diana dan rekannya Samsudin alias Jack Sparrow alias Abu Basilan mengikuti jalannya persidangan melalui video konpers karena situasi di tengah pandemi corona.

Ketiganya tetap berada di Rutan Brimob Cikeas, Jawa Barat tempat mereka ditahan. (Elga Hikari Putra)

Penulis: Erik Sinaga 2
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved