Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Hanya Tersisa Rp25 M, Kas Daerah Kota Bekasi Menipis Tangani Virus Corona, PAD Turun Drastis

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebutkan, kas daerah yang saat ini tersisa hanya tinggal Rp25 miliar.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BAHCTIAR
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (tengah) di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Rabu, (8/4/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), kondisi keuangan Pemerintah Kota Bekasi turut mengalami krisis.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebutkan, kas daerah yang saat ini tersisa hanya tinggal Rp25 miliar.

Rahmat menjelaskan, pihaknya selama penanganan pandemi corona mengandalkan dana tidak terduga (BTT) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020 sebesar Rp101 miliar, dana itu sudah dipakai untuk berbagai keperluan percepatan penanganan wabah Covid-19.

"Kami enggak banyak kok kebutuhan (anggaran penanganan Covid-19), emang duitnya enggak ada, Rp101 miliar sudah ready (siap) duitnya setelah itu tinggal Rp25 miliar," kata Rahmat.

Dia bersama DPRD Kota Bekasi sejauh ini terus melakukan kordinasi membahas rencana relokasi anggaran di APBD 2020. Disamping itu, dana bantuan juga akan menjadi prioritas utama dalam menopang kegiatan penanganan Covid-19.

"Saya enggak bisa sebutkan satu-satu, saya sudah sampaikan ke pak Ketua DPRD terkait relokasi anggaran," jelasnya.

Sementara itu, ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman Juwono Putro mengatakan, pembahasan terkait relokasi anggaran mulai dibahas hari ini bersama anggota DPRD dari seluruh fraksi.

Konsep dasar relokasi anggaran ini kata dia, memfokuskan dana penanganan Covid-19 yang dituangkan ke dalam tiga aspek belanja yakni, kesehatan, social safety map (jaring sosial) dan ekonomi.

"Apapun konteksnya ekonomi nomor dua, namun mempertimbangkan berbagai aspek agar tidak sampai lumpuh sama sekali. Karena kalau kita lihat dari APBD saja maka pasti ini tekor yang keluar dari pendapatan, sementara kita pasti berbasis pendapatan untuk bisa meeancang pengeluan," kata Chairoman.

Halaman
1234
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved