Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Kas Daerah Tinggal Rp25 M, Curhat Wali Kota Bekasi Biasa PAD Masuk Rp8 M Sehari, Kini Turun Drastis

Pandemi virus corona yang sudah terjadi hampir kurang lebih satu bulan terkahir membuat kondisi keungan daerah compang camping.

Penulis: Wahyu Aji Tribun Jakarta | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Posko Gugus Tugas Covid-19 di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Jumat, (3/4/2020). 

Dia mejelaskan, benerapa pos anggaran yang diproyeksi untuk dapat digeser dan diganti dengan belanja tiga aspek utama penanganan Covid-19 ialah belanja tidak terduga (BTT), belanja modal dan belanja barang jasa yang tidak perlu.

"Jika BTT kurang, maka bisa menggunakan belanja modal, belanja modal di hentikan terlebih dahulu atau belanja barang jasa yang tidak perlu," jelasnya.

"Misalnya berkaitan dengan diklat itu harus di hentikan terlebih dahulu, lemudian kunjungan kerja, masih banyak tuh yang bisa di gunakan," tambahnya.

Tapi permasalah utama saat ini yang harus dihadapi ialah, pandemi virus corona yang sudah terjadi hampir kurang lebih satu bulan terkahir membuat kondisi keungan daerah compang camping.

Kebijakan penutupan sejumlah restoran, pusat perbelanjaan dan hiburan tentu memiliki dampak yang signifikan bagi pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bekasi.

"Nanti akan ada pembahasan (terkait geser anggaran), tapi masalahnya geser anggaran itu kan hanya geser angka pertanyaannya uangnya di mana sementara harus kita ketahui kemarin silpa aja ada Rp300 miliar saat di bulan 31 Desember 2019 lalu," ungkapnya.

Dia sedikit merinci keungan daerah yang sedang dialami Kota Bekasi ditengah pandemi virus corona, jika sebelumnya pemasukan kas daerah dalam sehari mampu menyentuh angka Rp8 miliar kini menurun drastis.

"Yang masuknya biasanya Rp 8 miliar per hari (PAD) hari ini itu enggak sampe Rp1 miliar per hari berapa pekan lalu masih Rp2 miliar per hari tapi sekarang udah enggak sampe Rp1 miliar, paling Rp700 juta itu per hari itu PAD yang masuk," paparnya.

106 ribu warga kelompok miskin bakal ditanggung

Kota Bekasi merupakan wilayah yang bakal memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hal ini sesuai dengan usul Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mengajukan kebijakan tersebur ke Kementerian Kesehatan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved