Breaking News:

Sidang Kasus Penusukan Wiranto

Terdakwa Penusuk Wiranto Sempat Berniat Teror Tenaga Kerja Asing dan Rampok Toko Emas di Banten

awalnya terdakwa Syahrial Alamsyah alias Abu Rara mengajak Samsudin alias Jack Sparrow alias Abu Basilan pada April 2019.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Wahyu Aji
Istimewa/Dokumentasi Humas PN Jakarta Barat
Tiga terdakwa penusuk Wiranto mengikuti sidang di PN Jakarta Barat, Kamis (9/4/2020) melalui telekonpers karena pandemi corona. 

Hal itu rupanya menginsipirasinya untuk melakukan penyerangan atau amaliyah.

Sebab, ia yang merasa sudah masuk radar DPO Densus 88 tak mau tertangkap begitu saja tanpa melakukan upaya amaliyah apapun.

3. Istri bersedia ikut

Niat Abu Rara untuk melakukan amaliyah disampaikan ke kelompoknya melalui grup whatsapp.

Ternyata, sang istri, Fitri Diana juga mau terlibat. Bahkan, dengan mengajak anak mereka yang masih berusia 12 tahun.

Ketiganya pun kembali pulang ke kontrakan sembari menyusun siasat.

Abu Rara kemudian mengasah kunai, sebagai senjata yang akan digunakannyadan keluarganya lakukan amaliyah.

"Dimana terdakwa menargetkan Wiranto, sedangkan sang istri dan anaknya menargetkan aparat keamanan maupun masyarakat yang ada di sekitar lokasi," kata Herry.

4. Pura-pura tidak saling kenal

Keluarga Abu Rara sudah berkumpul di ruang tengah kontrakannya pukul 05.00 WIB di hari Kamis (10/10/2019).

Mereka duduk melingkar dan menumpukan tangan.

Mereka melakukan kegiatan yang dalam kelompoknya disebut dengan baiah. Abu Rara memimpin baiah.

Saat waktu menunjukkan Pukul 09.00 WIB, Abu Rara membangunkan anak dan istrinya kemudian bergegas menuju Alun-Alun Menes.

Masing-masing dari mereka sudah membawa kunai yang diselipkan di dalam bajunya.

Abu Rara pun berpesan agar selama di sana mereka tak saling mengobrol dan seolah-olah saling tidak mengenal.

Selama menunggu kedatangan Wiranto dan rombongan, ketiganya berada di sisi Gapura Timur alun-alun Menes.

Tiga jam kemudian atau sekira Pukul 12.00 WIB, rombongan mobil yang membawa Wiranto tiba.

Saat Wiranto tiba dan baru turun dari mobil, Abu Rara langsung mendekat dan menusukkan kunai yang dia ambil dari manset di lengan kirinya ke perut Wiranto hingga eks Menko Polhukam itu terjatuh.

Melihat hal itu, ajudan dan petugas keamanan langsung berusaha menangkap Abu Rara.

Namun dia masih sempat berusaha menyerang dan melukai seorang bernama Fuad Syauqi di bagian dadanya.

Sementara itu, melihat sang suami beraksi, Fitri Diana dari arah belakang juga ikut menusuk punggung Kapolsek Menes, Kompol Dariyanto menggunakan kunai.

Sedangkan anak mereka tak sampai ikut lakukan amaliyah. Sang anak justru berlari ke rumah kontrakan dan menyerahkan kunainya kepada seseorang.

Dalam kasus penusukan ini, Abu Rara didakwa Pasal 15 jo Pasal 6 jo Pasal 16 A UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang.

 Sopir Truk Beranak Empat Cabuli Bocah 9 Tahun di Pulogadung Jakarta Timur

 Sehari Jelang PSBB DKI, 18.000 Paket Sembako Dibagikan untuk Warga Penjaringan

 Terapi Pijat Sambal Mbah Kamar, Buat Lotion dari 45 hingga 60 Cabai, Tamu Ramai Saat Corona Mewabah

Ancaman hukuman dalam Pasal 6 ialah pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, pidana penjara seumur hidup, atau pidana mati. Sementara Pasal 16 A merupakan ketentuan pemberatan pidana ditambah 1/3 karena melibatkan anak.

Dalam sidang hari ini, Abu Rara beserta dua terdakwa lain yakni sang istri Fitria Diana dan rekannya Samsudin alias Jack Sparrow alias Abu Basilan mengikuti jalannya persidangan melalui video konpers karena situasi di tengah pandemi corona.

Ketiganya tetap berada di Rutan Brimob Cikeas, Jawa Barat tempat mereka ditahan. (Elga Hikari Putra)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved