Antisipasi Virus Corona di DKI

Pedagang Masker Dadakan Menjamur, Omzet Pedagang Masker Harian Turun

dalam sehari Sri hanya mengantongi uang sebesar Rp 100 ribu hasil penjualan masker kain dan sarung tangan.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Sri pedagang masker di Jakarta Timur, Sabtu (11/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Menjamurnya penjual masker dadakan, pengaruhi penjual masker harian.

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), membuat orang yang hendak berpergian harus mengenakan masker.

Untuk itu, hal ini dimanfaatkan sebagian orang untuk menjual masker kain.

Sri, satu diantara pedagang masker menuturkan penghasilannya sangat menurun.

Sri pedagang masker di Jakarta Timur, Sabtu (11/4/2020).
Sri pedagang masker di Jakarta Timur, Sabtu (11/4/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

Hal ini ia rasakan sudah seminggu belakangan, di mana dalam sehari menjual satu lusin masker saja terasa sangat sulit.

"Saya jualan masker memang sudah lama. Enggak karena wabah ini aja, jadi memang sudah dari dulu jualannya masker dan sarung tangan," katanya di Jakarta Timur, Sabtu (11/4/2020).

"Namun pemasukan saya sudah sepi sejak seminggu terakhir. Sebab banyak pesaingan dan menjual masker dadakan, ya mungkin karena banyak orang yang cari," lanjutnya.

Saat ini, dalam sehari Sri hanya mengantongi uang sebesar Rp 100 ribu dan itu pun hasil penjualan masker kain dan sarung tangan.

"Sebelum ini, masih banyak perusahaan yang pesan minimal 3 lusin. Saya kan beli online sama ke agen makanya murah. Ya cuma semenjak kondisinya begini, sudah sepi. Alhamdulillah Rp 100 ribu aja masih dapat," jelasnya.

Rina, pedagang lainnya juga menuturkan hal serupa. Menurutnya, selama ini ia hanya menjual masker untuk tambahan pemasukan.

Namun, pemasukannya harus berkurang akibat menjamurnya pedagang masker dadakan.

"Nah iya memang sepi. Cuma enggak terlalu sepi banget, tapi pengaruh ke penghasilan. Banyak orang cari masker jadi banyak pedagang. Selain itu, pembagian masker gratis juga sudah banyak jadi pengaruh juga. Sehari dapat pemasukan Rp 50 ribu aja sudah bersyukur kalau sekarang," jelasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved