Breaking News:

6 Fakta Seorang Satpam Tampar Perawat di Semarang, Pelaku Tak Terima Diingatkan Agar Pakai Masker

Aksi kekerasan terhadap tenaga medis terjadi di Klinik Pratama Dwi Puspita, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Freepik
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNJAKARTA.COM - Aksi kekerasan terhadap tenaga medis terjadi di Klinik Pratama Dwi Puspita, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Seorang pria berinisial B tega menampar seorang perawat berinisial HM.

Aksi penamparan tersebut terjadi pada Kamis (9/4/2020) sekira pukul 09.00 WIB.

Plt Kapolsek Semarang Timur, Iptu Budi Antono pun membenarkan kejadian tersebut.

Budi mengatakan, peristiwa itu bermula saat pelaku hendak berobat ke Klinik Pratama Dwi Puspita, Kemijen, Semarang.

Dari peristiwa tersebut terdapat sejumlah fakta yang perlu diketahui.

Berikut sederet fakta terkait satpam tampar perawat di Semarang yang berhasil TribunJakarta rangkum:

Jenazah Dokter Pasien Covid-19 Dikubur Tanpa Peti, Petugas Bingung: Keluarga Gak Ada Sama Sekali

Ditegur Tak Mengenakan Masker

Aksi kekerasan yang terjadi Klinik Dwi Puspita itu bermula tatkala seorang perawat menegur pelaku.

B (43), pria yang berprofesi sebagai satpam di salah satu SD itu tak mengenakan masker saat datang ke klinik.

Halaman
1234
Penulis: Muji Lestari
Editor: Muhammad Zulfikar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved