Pria Penakluk Janda Kesepian

Andalkan Aplikasi Cari Jodoh, Begini Modus Licik Pria Usia 40 Tahun Perdayai 80 Janda Kesepian

Modus licik pria penakluk wanita paruh baya dan janda kesepian akhirnya terbongkar.

Penulis: Muji Lestari | Editor: Kurniawati Hasjanah
Dokumentasi Polsek Tamansari
Petualangan cinta pria asal Bekasi berinsial TH ini luar biasa. Ia penakluk 80 janda kesepian dan wanita paruh baya. TH dihadirkan saat rilis kasus di Polsek Metro Tamansari, Jakarta Barat, Rabu (8/4/2020). 

Kesan Pertama Saat Bertemu

Jauh dari yang dibayangkan, Dewi menilai sosok Hendi berbeda dengan yang selama ini dilihat di foto atau saat mereka video call.

Dewi melihat Hendi agak hitam dan banyak bekas jerawat di wajahnya.

"Kok beda ya sama di foto," gumam Dewi dalam hati saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (10/4/2020).

Ia mencoba berdamai dan mencoba menerima Hendi apa adanya.

6 Fakta Seorang Satpam Tampar Perawat di Semarang, Pelaku Tak Terima Diingatkan Agar Pakai Masker

"Saya bilang dalam hati enggak apa-apa lah yang penting dia baik dan perhatian," kata Dewi saat itu mencoba meyakinkan dirinya.

Setelah pertemuan di bandara, Dewi mengajak Hendi ke rumahnya.

Ia sudah menyebutnya sebagai calon suami.

Di dalam rumah yang hanya berdua saja. Mereka berbincang mengenai rencana pernikahan dan akan mengajaknya ke Jakarta.

Bahkan, Hendi mengaku akan mengajak Dewi berbelanja perhiasan selepas Magrib.

Katanya, sebagai tanda keseriusan Hendi untuk menikahinya.

Secangkir Kopi untuk Berdua

Suatu hari, dengan modus yang sama Hendi mencoba perdayai Dewi.

Sambil menunggu waktu menikmati sore, Hendi meminta izin untuk membuat kopi.

"Dia sendiri yang masak air panasnya dan bikin cuma secangkir," kata Dewi.

Hendi menyeruput kopi sampai tersisa setengah cangkir, dan sisanya Dewi diminta meminumnya.

"Katanya biar romantis secangkir berdua," kata Dewi.

Dibuka Sampai 16 April, Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang Pertama Hanya untuk 164 Ribu Orang

Tak berapa lama setelah meminum kopi, Dewi sama sekali tak ingat apa-apa lagi.

Ia tertidur dan baru terbangun keesokan harinya sekira pukul 06.00 WIB.

"Jadi itu saya enggak sadar tidur di kursi ruang tamu semalaman," ucapnya.

Bangun dari tidur panjangnya, Dewi merasa perutnya mual.

Dia langsung menuju kamar mandi, tapi terasa begitu jauh. Beberapa kali ia terjatuh karena kakinya begitu lemah, tak kuat untuk melangkah.

Di tengah kondisi limbung, Dewi teringat dengan Hendi, orang terakhir yang ditemuinya sebelum tertidur panjang.

"Saya pikir awalnya dia tidur di kamar, akhirnya saya merangkak naik ke lantai dua ke kamar saya," ujarnya.

Alih-alih menemukan Hendi, badan Dewi terasa makin lemas dan nyaris pingsan. Ia menemukan seluruh kamarnya berantakan.

Perhiasan yang ia simpan di lemari telah raib, termasuk sejumlah uang tunai.

Sementara Hendi hilang entah kemana, ponsel Dewi juga turut hilang.

(TribunJakarta/Elga/Muji)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved