PLN Pastikan Tidak Ada Pemadaman Listrik di Jakarta Selatan Pasca Kabel Optik Terbakar
PLN memastikan tidak ada pemadaman di wilayah Jakarta Selatan setelah peristiwa terbakarnya kabel optik di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Suharno
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim
TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - PLN memastikan tidak ada pemadaman di wilayah Jakarta Selatan setelah peristiwa terbakarnya kabel optik di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Senin (10/4/2020).
Sebelumnya, beredar kabar di Whatsapp Group soal pemadaman listrik akibat ledakan kabel PLN.
"Sehubungan dengan adanya pesan beredar terkait akan adanya pemadaman di Jakarta Selatan pada karena ledakan kabel tanah, PLN menyatakan berita tersebut adalah hoaks," kata Ikhsan Asaad selaku General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya dalam keterangan tertulisnya.
Menurut dia, hanya ada satu pelanggan PLN yang padam akibat terbakarnya kabel bawah tanah.
Ia juga membantah kabar yang menyebutkan jika peristiwa tersebut terjadi di Jalan Cipete Raya.
• RSUD Kota Tangerang Dipersiapkan Jadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19 dengan 86 Dokter Spesialis
"Hanya ada satu pelanggan saja yang padam akibat kebakaran kabel tanah tersebut, dan pukul 11.10 juga sudah normal kembali. Bukan di Cipete Raya, tapi Panglima Polim” jelas Ikhsan.
Sebelumnya, kabel optik di sebuah tiang listrik di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terbakar pada Senin (13/4/2020).
Kepala Seksi Operasi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan, Sugeng, mengatakan peristiwa itu dipicu karena korsleting listrik.
"Korsleting pada kabel optik yang tidak terawat," kata Sugeng saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, kabel optik tersebut terbakar sekitar pukul 10.00, di mana warga melihat percikan api di tiang listrik.
• Korsleting dan Tidak Terawat, Kabel Optik di Jalan Panglima Polim Kebayoran Baru Terbakar
Setelahnya, warga pun mencoba menghubungi petugas pemadam kebakaran.
"Personel langsung menuju ke TKP menggunakan unit quick respons," ujar Sugeng.
Ia mengatakan api bisa dipadamkan sekitar pukul 11.15 setelah mengerahkan satu unit mobil Damkar.
Sugeng memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian ditaksir mencapai Rp 120 juta.