Virus Corona di Indonesia

PSBB di Bodebek, Ridwan Kamil Sebut Program Gasibu dan Beda Perlakuan Kabupaten Serta Kota

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi ( Bodebek) diumumkan Ridwan Kamil.

Penulis: Suharno | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) ketika memberikan keterangan pers di RS Mitra Keluarga, Pancoran Mas, Kota Depok, Senin (2/3/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi  (Bodebek) sudah diumumkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil mengumumkan PSBB di Bodebek mulai hari Rabu tanggal 15 April hingga selama dua pekan.

Hal itu ia sampaikan seusai melakukan video konferensi bersama lima kepala daerah di Bodebek beserta jajaran keamanan, Minggu (12/4/2020).

"Pak Menkes sudah mengirimkan surat persetujuan kemarin sore, yang menyatakan bahwa lima wilayah di Provinsi Jabar disetujui melaksanakan PSBB," ujar gubernur yang disapa Emil, Minggu (12/4/2020).

"Kami koordinasikan dan menetapkan bahwa PSBB di lima wilyah akan dimulai di hari Rabu dini hari tanggal 15, bulan April selama 14 hari," sambungnya.

Polemik Ojol Dilarang Angkut Penumpang Selama PSBB, Pemkot Tangerang Punya Solusi Beda

Soal Ojol Angkut Penumpang Saat PSBB di Kota Bekasi, Rahmat Effendi: Kita Ikut DKI Jakarta

Sempat Dikira Tawuran, Belasan Orang yang Masuk ke Pemukiman Warga Ini Ternyata Tahanan Kabur

Abaikan Ritual Ini Perampok Kelompok Wetonan Asal Demak Tertangkap, 3 Tewas Usai Kalah Adu Tembak

Menurut Emil, PSBB tak jauh beda dengan imbauan social distancing dari pemerintah.

Hanya kali ini, aparat hukum diberikan kewenangan untuk memberi sanksi.

Kebijakan lainnya pun akan diatur oleh bupati dan wali kota.

"Perbedaan PSBB dengan sebelumnya, sekarang aparat hukum diberikan kewenangan sanksi dari wali kota dan bupati," ungkap Emil.

Perampok Toko Emas Kembangan Gunakan Peluru Pabrik

"Termasuk ojol diserahkan kebijakannya apakah dibolehkan atau tidak diserahkan ke wali kota bupati. Pabrik yang masih buka, saya sudah instruksikan mana yang boleh dan tidak boleh buka," imbuhnya.

Ridwan Kamil menambahkan, PSBB di tingkat kabupaten akan berbeda dengan di kota.

Emil mengatakan, akan ada skema berbeda mengingat wilayah kabupaten memiliki banyak pedesaan.

"Yang menarik dari PSBB di lima wilayah, ada sifatnya kabupaten. Kabupaten ini berbeda mereka memiliki desa sehingga tidak bisa dilakukan PSBB seperti DKI Jakarta," ujar Emil.

"Kabupaten Bogor dan Bekasi memutuskan PSBB dibagi dua. Kecamatan tertentu di zona merah akan (PSBB) maksimal, sementara di zona lainnya akan menyesuaikan," sambungnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved