Sempat Dikira Tawuran, Belasan Orang yang Masuk ke Pemukiman Warga Ini Ternyata Tahanan Kabur

Belasan orang berlari di pemukiman warga di Kota Bekasi dan menyebut ada tawuran, ternyata para tahanan yang melarikan diri.

Penulis: Suharno | Editor: Muhammad Zulfikar
ISTIMEWA/WARGA
Suasana jalan lokasi pelarian tahanan Polsek Bekasi Kota. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Belasan orang berlari di pemukiman warga di Kota Bekasi dan menyebut ada tawuran, ternyata para tahanan yang melarikan diri dari Polsek Bekasi Kota.

Bahkan peristiwa yang terjadi hari Minggu (12/4/2020) ini sempat viral di media sosial.

Dari informasi yang beredar luas di pesan singkat whatsapp itu, peristiwa diperkiran terjadi sekira pukul 12.20 WIB dan ada 16 tahanan yang kabur dari Polsek Bekasi Kota.

Dari informasi yang dihimpun TribunJakarta.com, 16 tahanan kabur saat dilakukan kegiatan penjemuran oleh petugas

Mereka kabur dengan cara menjebol tralis besi yang biasa dijadikan sekat untuk membesuk tahanan.

Pada keterangan informasi yang beredar, polisi yang melakukan penjagaan saat itu tengah meninggalkan tahanan yang sedang dijemur.

Ratusan WNI yang Dideportasi dari Malaysia dan Arab Saudi Tiba di Bandara Soekarno-Hatta

Terjebak di Pemukiman Lockdown, Dua Jambret Handphone Tinggalkan Motornya dan Lari ke Persawahan

Situasi Sulit di Tengah Pandemi Covid-19, Ojol Bersyukur Ada Program Makan Gratis dari ACT

4 Jam Dikepung Polisi, Pembobol Ruko Ini Sembunyi di Plafon, Begini Akhirnya

Sel tahanan yang biasa berlapis, setiap kali kegiatan penjemuran hanya menyisakan sel utama saja yang dikunci.

Selain itu, beredar pula video detik-detik tahanan yang melarikan diri berhasil di ringkus disebuah kawasan perumahan dekat Polsek Bekasi Kota.

Vidoe itu diunggah akun instagram @bekasi.terkini dengan keterangan, 3 orang tahanan kabur, 1 orang tertangkap dan ditembak kakinya, dua orang masih buron, lokasi tertangkap di Jalan Jeruk Raya, Perumnas 1 Bekasi.

TribunJakarta.com mencoba mengkonfirmasi langsung Polsek Bekasi Kota hingga Polres Metro Bekasi Kota untuk mengetahui kebenaran informasi sejumlah tahanan yang kabur.

Namun hingga kini, belum ada satupun yang mau menjelaskan perihal kejadian kabur belasan tahanan Polsek Bekasi Kota.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Wijonarko saat dikonfirmasi jutsru memilih diam dengan hanya membaca pesan singkat beirisi pertanyaan mengenai kebenaran infomasi tersebut.

Pesan Singkat yang Beredar Luas

*POLSEK BEKASl KOTA*

*Kasus Tahanan melarikan diri dari Rutan Polsek Bekasi Kota pada saat dilakukan penjemuran di dalam Rutan*

Selamat siang ndan. Ijin melaporkan Pada hari Minggu tanggal 12 April 2020 sekira pukul 12.20 WIB bertempat di polsek Bekasi Kota Jl. Jend. Sudirman No. 100 Rt 001/007 Kel. Keranji Kec. Bekasi Barat Kota Bekasi telah terjadi kasus tahanan melarikan diri dari Rutan Polsek Bekasi Kota saat sedang dilakukan kegiatan penjemuran tahanan di dalam Rutan. Para tahanan kabur dengan cara menjebol jendela tralis besi yg biasa digunakan untuk membesuk tahanan.

Adapun jumlah tahanan yang melarikan diri sebanyak *16 orang* dengan identitas sebagai berikut :

1. Pebri, pasal 112, kasus Narkoba

2. Ahmad Sujai, pasal 363, kasus Curat

3. Toni Alamsyah, pasal 112, kasus Narkoba

4. Resnu AB Aritonang alias Botak, pasal 351, kasus penganiayaan

5. Nur Jamal, pasal 112, kasus Narkoba

6. M. Fikri Pratama, pasal 112, kasus Narkoba

7. Selfian Purnama, pasal 112, kasus Narkoba

8. Andriansyah Kusuma, pasal 114, kasus Narkoba

9. Adi Susanto, pasal 114, kasus Narkoba

10. Ediaman Waruwu, pasal 313, kasus penghinaan agama

11. Imam Sumantri, pasal 112, kasus Narkoba

12. Ferdius Alferi, pasal 363, kasus curat

13. Marlan A, pasal 114, kasus Narkoba

14. Dahrulrozi, pasal 112, kasus Narkoba

15. M. Ali Azhar, pasal 112, kasus Narkoba

16. Ridwal Aliyudin, pasal 112, kasus Narkoba

Kronologis Kejadian 

Pada pukul 09.00 WIB, Aipda Ratmoko selaku operator membuka tahanan untuk menjemur para tahanan, kemudian pada pukul 10.00 WIB dilakukan pengecekan terhadap tahanan yg sedang berjemur oleh Padal Iptu Kusdiono selaku Kanit Reskrim didampingi oleh Panit Provoost Aiptu Karni dan KSPK Aiptu Andi Sulwijaya, pada saat dilakukan pengecekan para tahanan dimasukan kedalam sel untuk di cek jumlah dan dokumentasi, setelah di cek para tahanan kembali berjemur sambil bernyanyi nyanyi dan hanya dikunci pintu sel utama saja dan tanpa dijaga oleh petugas.

Pada saat menjelang Dzuhur suara tahanan yg sedang bernyanyi sambil berjemur tidak terdengar, setelah dicek ternyata para tahanan telah melarikan diri dengan cara menjebol tralis besi yg biasa digunakan untuk membesuk dengan cara mengoyak ngoyak jendela tralis, para tahanan melarikan diri melewati ruang pelayanan SKCK Polsek Bekasi Kota menuju pintu kecil halaman belakang Polsek Bekasi Kota yg berbatasan dengan pemukin warga

Adapun tahanan yg berhasil diamankan kembali yaitu : 

1. Ridwan Aliyudin, ditangkep warga di daerah perumnas 1 

2. Resnu Aritonang Als Botak, Ditangkep warga di daerah perumnas 1

3. Marlan A, ditangkap warga di daerah perumanas 1

Adapun Anggota Polsek Bekasi Kota yg pada hari ini berdiqnas yaitu : 

1. Aiptu Andi AS, KSPKT

2. Aipda Ratmoko, Banit SPK

3. Aipda Handoko, Banit SPK

4. Ipda Suhar, Panit Patko

5. Aipda Hari. K, Banit Patko

6. Bripka Sigit, Banit Patko

7. Bripka Wikdwi Ananda, Banit Patko

8. Aipda Purwanto, Laka

9. Bripka Tegus T, Laka

10. Aipda Mulyadi, Reskrim

11. Bripka Riki Martin, Reskrim

12. Briptu Wahyu Dwi, Reskrim

13. Aiptu Syarif H. Narkoba

14. Bripka Deden S, Buser

15. Bripka Alip P, Intel

16. Aiptu Karni, Provoost

CATATAN

Bahwa kegiatan penjemuran para tahanan di Rutan Polsek Bekasi Kota bertujuan untuk menigkatkan Imunitas para tahanan guna mencegah penularan virus corona atau covid 19 di lingkungan Rutan Polsek Bekasi Kota

Dari 16 orang tahanan yg melarikan diri telah berhasil diamankan oleh warga sebanyak 3 orang dan 13 orang lainnya masih dalam pengejaran petugas

Dari hasil pulbaket di ketahui bahwa salah satu tahanan An. Pebri melakukan pengrusakan jendela tralis besi yg telah rapuh dan dimanfaatkan oleh para tahanan untuk melarikan diri, selain itu salah satu tahanan lainnya An. Fikri telah lama merencanakan perbuatan melarikan diri tersebut.

Sempat Dikira Tawuran

belasan tahanan Polsek Bekasi Kota, Polres Metro Bekasi Kota yang kabur saat kegiatan berjemur sempat mengaku sedang tawuran ketika dipergoki warga.

Hal ini diungkapkan Rudianto (48), warga sekitar yang menyaksikan langsung detik-detik pelarian belasan tahanan yang terjadi pada, Minggu, (12/4/220).

Dia mengatakan, belasan tahanan itu awalnya kabur dengan cara menjebol tralis besi tahanan. Mereka diketahui sedang melakukan kegiatan berjemur guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.

"Kabar lagi pada dijemur kan lagi musim corona, tapi enggak tahu gimana bisa kabur yang jelas infonya bobol tralis," kata Rudianto, Senin, (13/4/2020).

Rudianto yang juga petugas Linmas Kelurahan Kranji Kota Bekasi ini sempat ikut mengamankan satu orang tahanan yang kabur dekat kediaman tempat tingalnya.

Satu orang yang diamankan kata dia, merupakan tahanan yang berusaha melarikan diri ke arah Perumnas 1 Bekasi, kawasam pemukiman yang berlokasi persis di belakang Polsek Bekasi Kota.

"Kalau yang saya ikut tangkap 1 satu, tapi di Perumnas ada 3 orang yang ditangkap, di Jalam Kedondong sama di Jalan Beringin," paparnya.

Rudianto mejelaskan, warga awalnya sempat dikelabui, para tahanan yang kabur ini kata dia, sempat mengaku sedang tawuran ketika warga memergoki meraka.

"Mereka lari bilang tawuran biar enggak ditankep warga karena waktu itu warga keluar semua, tapi tetep sama warga diamankan dulu baru datang polisi," jelas dia.

Adapun kondisi tahanan rata-rata tidak mengenakan pakaian, tiga orang yang sudah ditangkap kemarin langsung dibawa menggunakan mobil oleh polisi berpakaian preman.

"Polisi datang pakai pakaian preman, warga saat itu udah ramai untuk enggak dihakimi karena keburu ada polisi langsung dibawa," tegas dia. 

Seorang Tahanan Terpincang-pincang

Rudianto (48), warga sekitar yang menyaksikan langsung penangkapan tahanan kabur mengatakan, satu tahanan kabur itu ditangkap saat telihat berlari terseok-seok.

"Jalannya udah ngesot (pincang), warga sini udah keluar semua dia sempet ditanya ngakunya tawuran," kata Rudianto kepada TribunJakarta.com, Senin, (13/4/2020).

Dia menjelaskan, satu tahanan itu nampak sudah tidak berdaya, ia sudah terlihat pincang ketika kabur dari tahanan.

Warga kala itu langsung mengamankan tahanan laki-laki tersebut, bahkan menurut Rudianto, tahanan yang kabur tanpa menggunakan pakaian atas itu diberikan kain sarung oleh warga untuk menutupi tubuhnya.

"Dikasi kain sarung, karena dia enggak pakai baju cuma pakai celana pendek aja, kondisi pas saat diamankan warga hujan," tegas dia.

Dia memastikan, saat itu tidak terdengar suara tembakan sama sekali ketika insiden tahanan kabur.

Adapun tahanan yang sudah terlihat pincang itu memang sudah dalam keadaan seperti itu.

Rudianto mengira, sang tahanan kemungkinan sudah pincang akibat patah kaki atau luka tembak yang belum sembuh saat pertama kasusnya diungkap polisi.

"Enggak ada suara tembakan, cuma ramai aja polisi pas kita udah amanin, mereka (polisi) pakai pakaian preman semua," tegas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved