Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Anggota DPRD DKI Jakarta Minta Pemprov DKI Buka Data Penerima Bansos Covid-19: Banyak Warga Resah

Politisi PSI William Aditya Sarana meminta Pemprov DKI segera membuka data penerima bantuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara online.

Istimewa/Dokumetasi Pemprov DKI Jakarta
Telekonferensi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan para wali kota yang diunggah di lawan youtube milik Pemprov DKI. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Politisi PSI William Aditya Sarana meminta Pemprov DKI segera membuka data penerima bantuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara online.

Menurutnya hal ini perlu dilakukan lantaran masyarakat masih kesulitan dalam mengecek daftar penerima bantuan sosial (bansos) dari Pemprov DKI.

Terlebih, bansos juga diberikan kepada buruh/pekerja yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi virus corona ( Covid-19) ini.

"Penerima bansos kali ini tidak hanya masyarakat miskin, tapi juga ada pekerja informal dan formal yang kena PHK atau dirumahkan. Sebelumnya mereka kan enggak terdaftar," ucapnya, Selasa (14/4/2020).

Anggota DPRD DKI Jakarta ini juga menyebut, satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mengececk daftar penerima bantuan ialah dengan menghubungi call center Dinas Sosial di nomor (021) 426 5115 atau menghubungi Ketua RW setempat.

Polisi Amankan 15 Motor Hasil Curian Sindikat Curanmor di Jakut-Jakbar

Namun sangat disayangkan, nomor tersebut kini sulit dihubungi dan Ketua RW kerap kesulitan dalam memeriksa dan mengoreksi daftar penerima bantuan.

"Sekarang yang tersedia hanya layanan call center Dinsos yang susah dihubungi. Tidak ada kejelasan soal status bantuan, warga jadi resah," ujarnya.

Untuk itu, William pun menyarankan Pemprov DKI untuk mencontoh Pemkot Bekasi yang telah berhasil membangun sistem transparansi data penerima bansos dengan membuat situs bansoscovid19.bekasikota.go.id.

Pendapatan Wartegnya Menurun karena Corona, Ipung Masih Beruntung Tak Sampai Pulang Kampung

Melalui situs itu, ia menyebut, masyarakat bisa dengan mudah mengecek apakah dirinya masuk dalam daftar penerima bansos hanya dengan memasukkan NIK.

“Adanya sistem pendataan yang dapat diakses publik secara terbuka ini sangat penting. Tujuannya supaya warga mudah dalam mencari informasi bansos," kata WIlliam.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved