Breaking News:

Kabar Artis

Gelar Pengajian 100 Hari di Tengah Wabah Corona, Teddy Tak Takut: Kapan Saja Siap Menyusul Lina

Di tengah wabah virus corona, Teddy Paryadi tak gentar menggelar tahlil atau doa 100 hari meninggalnya Lina Jubaedah.

Tribunnews/MOP Channel
Cerita Perlakuan Lina Jubaedah ke Karyawan, Teddy Ngaku Sempat Suudzon: Pengen Nangis Kalau Ingatnya 

"Saya sendiri lebih baik ya udah dikuasai (memberi kuasa ke pengacara) lagi. Karena biar beliau yang ngerti hukum tahu (harus) gimana. Biar beres semuanya terus enggak ada masalah lagi," pungkas Teddy.

Atas penunjukkan ke 10 pengacara, Teddy berharap agar dirinya tak lagi salah langkah.

"Sekarang biar, karena saya awam, jadi saya langsung tunjuk kuasa ke beliau buat beres. kalau saya yang maju takut salah lagi. Karena saya enggak paham tentang hukum masalah ini," imbuhnya.

Usai ditunjuk, pengacara Teddy mengaku akan bertemu dengan pengacara Rizky Febian beberapa hari ke depan.

Mohamad Ali Nurdin pun mengurai soal warisan yang jadi hak anak Teddy yang juga anak mendiang Lina.

"Kita sama-sama bawa bukti yang ada. Terus kita samakan. Kalau memang ada perbedaan nanti kita diskusi. Walau bagaimana juga Pak Teddy ini punya anak hasil pernikahan dengan almarhum kan ? Engak bisa putus silaturahmi karena ini pertalian darah," ucap Mohamad Ali Nurdin.

Teddy sarankan Rizky Febian minta maaf ke Lina
Teddy sarankan Rizky Febian minta maaf ke Lina (Kompas.com/Instagram Rizky Febian)

Berkenaan dengan warisan, Mohamad Ali Nurdin pun tampak membela Teddy.

Menurut Mohamad Ali Nurdin, Teddy tidak mungkin menjual warisan Lina tanpa sepengetahuan ahli waris.

Hal itu diucap Mohamad Ali Nurdin seolah ingin menyinggung pihak yang mencurigai Teddy akan mengambil harta Lina.

"Tidak mungkin saudara Teddy menjual tanpa tanda tangan dari ahli waris. Itu enggak mungkin. Karena tadi saya udah nanya, semua bukti-bukti kepemilikan itu sudah aman, dan kuncinya bukan di beliau juga, kuncinya di Putri,"

"Jangan sampai ada ketakutan bahwa Teddy akan menggelapkan atau menjual, memang ini jual pisang goreng ? Tidak segampang itu menjual aset," ujar Mohamad Ali Nurdin.

Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved