Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

PSBB di Kota Bekasi: Ojol Dilarang Bawa Penumpang, Motor Pribadi Boleh Asal Penuhi Kewajiban Ini

Wajib melakukan disinfektan kendaraan atau atribut setelah selesai digunakan.

TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Selasa (14/4/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bekasi mulai berlaku Rabu, (15/4/2020), sejumlah kebijakan bakal diterapkan termasuk larangan ojel online mengangkut penumpang.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) mengatur larangan tersebut, Ojol hanya boleh beroperasi mengantar makanan atau barang guna meminimalisir penularan Covid-19.

"Kita mengikuti DKI dulu, enggak boleh mengangkut penumpang, mereka hanya boleh drive true (antar makanan atau barang)," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Selasa, (14/4/2020).

Namun hal ini tidak berlaku bagi pengguna kendaraan sepeda motor pribadi, mereka masih tetap diperbolehkan berkendara secara berboncengan.

Tetapi, terdapat aturan ketat yang harus diikuti setiap pengendara untuk dapat mengankut penumpang selama PSBB diberlakukan.

Berdasarkan Perwal Nomor 22 tahun 2020 tentang pelaksana PSBB Pasal 18 tentang pembatasan moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang.

Pada ayat 5 dijelaskan, kewajiban yang harus dipenuhi pengguna sepeda motor pribadi saat mengangkut penumpang diantaranya, hanya untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan/atau aktivitas lain yang diperbolehkan saat PSBB.

Kemudian, pengendara dan penumpang wajib menggunakan masker serta sarung tangan. Tidak berkendara jika dalam suhu badan di atas normal atau sakit.

Lalu kewajiban yang terakhir ialah, wajib melakukan disinfektan kendaraan atau atribut setelah selesai digunakan.

Rahmat menjelaskan, persiapan pelaksaan PSBB di Kota Bekasi sejauh ini sudah rampung. Besok kata dia, segala aturan yang harus dijalankan sudah siap diterapkan.

Mulai besok, bakal ada 31 titik pemeriksaan yang ditempatkan personel kepolisan, TNI, Dishub serta Pol PP. Titik Pemeriksaan itu berada di akses pembatasan kota, terminal dan stasiun kereta api.

"Ada Dishub, Polantas, Satpol, TNI, Dinkes untuk termogun, di sana kita periksa jika ada yang melamggara atau tidak pakai masker, suhu badan tinggi akan kita perintah pulang," jelasnya.

Adapun selain itu, penbatsan penumpang angkutan umum juga turut jadi sasaran. Seperti angkot misalnya, mereka akan tetap diperbolehkan beroperasi asal dibatasi 50 persen dari kapasitas penumpang.

Nekat Masuk ke Pulau Seribu saat PSBB, Pengemudi Jetski Diusir

Kepala Daerah Termasuk yang Tidak Dapat THR, Ini Respons Wali Kota Jakarta Selatan

UPDATE Corona di Indonesia, Selasa 14 April 2020: Kasus Positif 282, Total Menjadi 4.839 Orang

"Angkot bisa berjalan tapi pembatasan, bisa jalan misal di depan enggak boleh lagi ada penumpang dan di belakang maksimal 4 orang dari kapasitas misalnya 8 orang, taksi, bus sama hanya boleh mengangkut 50 persen dari kapasitasnya," tegas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved