Breaking News:

Menilik Upaya Startup Demi Bertahan dan Bangkit Saat Pandemi Covid-19

Banyak sektor usaha yang terkena dampak dari pandemi ini, seperti industri manufaktur, industri retail, wisata, perhotelan, penerbangan, dan lainnya.

freepik.com
Ilustrasi kerja 

TRIBUNJAKARTA.COM - Iklim bisnis di Tanah Air saat ini tampak lesu akibat wabah corona.

Banyak sektor usaha yang terkena dampak dari pandemi ini, seperti industri manufaktur, industri retail, wisata, perhotelan, penerbangan, dan lainnya.

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani pun mengatakan bahwa dampak ekonomi yang berasal dari pandemi virus covid-19 lebih kompleks dibandingkan krisis yang pernah menimpa Indonesia pada tahun 1997-1998 dan 2008-2009.

Terkait dengan pandemi ini, tercatat  banyak perusahaan/organisasi dan startup yang memberlakukan peraturan WFH (work from home) agar para karyawannya terhindar dari penularan virus Covid-19.

Salah satunya adalah startup penyedia pekerjaan paruh waktu, Sampingan. Wisnu Nugrahadi selaku CEO Sampingan menjelaskan bahwa Sampingan sudah memberlakukan wfh sejak beberapa minggu lalu.

“Selain itu, kami juga sudah menerapkan protokol kebersihan bagi setiap orang, termasuk Kawan Sampingan (sebutan untuk mitra Sampingan),” kata Wisnu.  

Hal yang sama juga turut dilakukan oleh Ritase. Startup penyedia platform logistik ini memberlakukan wfh untuk 80% karyawan mereka dan sudah berjalan selama 3 minggu.

“Karyawan selebihnya, kami menggunakan sistem shifting agar kegiatan operasional tetap berjalan,” cetus Andrew Wong selaku VP of Finance Ritase.

Memang, secara tidak langsung pandemi ini turut membentuk kebiasaan baru bagi setiap orang. Tidak hanya kaum pekerja yang harus menrapkan wfh, tapi juga bagi masyarakat umum dengan pola konsumsi mereka.

Lantas, bagaimana agar bisnis tetap bertahan ditengah gempuran ketidakpastian seperti saat ini?

Halaman
123
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved