Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Cerita Pedagang Pasar Baru Bekasi di Tengah Pandemi Corona, Pendapatan Turun Akibat Sepi Pengunjung

Kecenderungan orang untuk tetap berada di rumah sedikit banyak telah mempengaruhi jumlah pengunjung pasar. Para pedagang pun terdampak.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Pedagang di Pasar Baru Bekasi Jalan Ir. H. Juanda Bekasi Timur mulai merasakan dampak ekomoni akibat Covid-19 yang membuka sepi pembeli, Jumat, (17/4/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Ancaman dampak ekonomi akibat pendemi virus corona (Covid-19) mulai terasa hingga ke sekitor pedagang pasar, hal ini yang dirasakan para pedagang di Pasar Baru Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur, Jumat, (17/4/2020).

Kecenderungan orang untuk tetap berada di rumah sedikit banyak telah mempengaruhi jumlah pengunjung pasar, para pedagang mengaku jila dalam sehari mampu menjual 30 kilogram cabai, kini hal itu dirasa sulit.

Zaini (43) misalnya, pedagang sayur dan bahan masakan seperti cabai, bawang ini mengaku, jumlah pembeli sejak pandemi meneurun dibanding hari-hari biasa.

Pasar Baru Bekasi Jalan Ir. H. Juanda Bekasi Timur mulai merasakan dampak ekomoni akibat Covid-19 yang membuka sepi pembeli, Jumat, (17/4/2020).
Pasar Baru Bekasi Jalan Ir. H. Juanda Bekasi Timur mulai merasakan dampak ekomoni akibat Covid-19 yang membuka sepi pembeli, Jumat, (17/4/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

"Kalau sekarang barang harganya stabil cuma pembelinya menurun, yang datang ke pasar sepi," kata Zaini kepada TribunJakarta.com.

Dia menjelaskan, permintaan saat ini justru didominasi pembeli untuk kebutuhan rumah.

Biasanya, pembeli di tokonya merupakan pedagang sayur eceran yang berjualan keliling ke rumah-rumah warga.

"Kalau yang buat dagang lagi udah jarang yang jualan, paling yang beli buat kebutuhan rumah aja, cabai aja saya dapat 30 kilogram dua hari enggak abis, biasanya sehari udah langsung abis," jelas dia.

Hal yang sama juga dirasakan pedagang sayur dan kebutuhan pokok lainya bernama Imas (52), dia merasa jumlah pembeli selama pandemi corona menurun.

"Kapan selesainya ini ya, dagang kita buka setiap hari cuma pembelinya kadang ada kadang enggak ada, sepi pasar yang datang," kata Imas.

Dia biasanya membuka lapak dari pagi hingga sekira pukul 16.00 WIB, jelaang tutup lapak, dagangannya masih nampak banyak lantaran sedikit pembeli.

Pedagang di Pasar Baru Bekasi Jalan Ir. H. Juanda Bekasi Timur mulai merasakan dampak ekomoni akibat Covid-19 yang membuka sepi pembeli, Jumat, (17/4/2020).
Pedagang di Pasar Baru Bekasi Jalan Ir. H. Juanda Bekasi Timur mulai merasakan dampak ekomoni akibat Covid-19 yang membuka sepi pembeli, Jumat, (17/4/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

"Ini udah mau tutup sampe sore aja kalau saya dagangnya, yang malem ada lagi beda orang, siang biasanya ada aja yang beli banyak buat kebutuhan rumah cuma ini pada enggak ada sepi," tegas dia.

Pengelola pasar sejatinya menyediakan akses belanja online yang bisa dipesan melalui whatsapp, nomor yang tertera untuk pemesanan nantinya akan berkordinasi dengan pedagang untuk selanjutnya barang dikirim ke rumah warga.

Tetapi, cara online ini dirasa belum merata, beberapa pedagang justru tidak mengerti bagaimana konsep jual beli online selama pandemi Covid-19 tersebut.

"Kalau saya enggak ngerti, masih ngandelin jualan di sini aja," kata Zaini.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved