Antisipasi Virus Corona di DKI

Distribusi Paket Sembako Warga Bidara Cina Ditunda Pekan Depan Gara-gara Banjir Kiriman

Warga Jakarta Timur yang secara ekonomi terdampak pandemi Covid-19 tampaknya harus bersabar menanti bantuan sosial dari Pemprov DKI.

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Paket sembako yang dibagikan untuk warga di RT 004/RW 013 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, diangkut menggunakan gerobak sampah, Sabtu (11/4/2020). 

 Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Warga Jakarta Timur yang secara ekonomi terdampak pandemi Covid-19 tampaknya harus bersabar menanti bantuan sosial dari Pemprov DKI.

Distribusi bantuan sosial paket sembako ke warga Kelurahan Bidara Cina yang sebelumnya dijadwal Jumat (17/4/2020) lalu ditunda Sabtu (18/4/2020) kembali gagal.

Lurah Bidara Cina Dadang Yudi mengatakan distribusi bantuan sosial paket sembako ditunda karena PD Pasar Jaya masih proses pemuatan dari gudang ke mobil.

"Distribusi batal, hari ini masih loading. Tadinya mau besok pagi (19/4/2020) saja, tapi karena faktor alam terpaksa mundur," kata Dadang saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Sabtu (18/4/2020).

Faktor cuaca yang dimaksud Dadang yakni banjir kiriman imbas ketinggian debit Bendungan Katulampa naik siaga 2 sore tadi.

Pasalnya Bidara Cina termasuk wilayah langganan banjir karena di permukiman warga berdekatan dengan Sungai Ciliwung.

Debit air dari Bendungan Katulampa diperkirakan butuh waktu delapan jam sebelum menjamah permukiman warga Jakarta.

"Harusnya besok, tapi karena mau ada kiriman air dari Bogor terpaksa beralih ke Senin (20/4/2020)," ujarnya.

9 Hari Berjalan, Pemprov DKI Telah Distribusikan 300.813 Paket Sembako PSBB

8 Hari Terapkan PSBB, Pemprov DKI Tutup 25 Perusahaan Pelanggar Aturan

Selain Bidara Cina, distribusi untuk warga Kelurahan Susukan yang sebelumnya sudah batal hari ini kembali tertunda.

Camat Ciracas Mamad mengatakan dari 7 RW warga di Kelurahan Susukan yang terdata menerima bantuan, baru 2 RW yang dapat.

"Kendalanya seperti di armada truk (PD Pasar Jaya). Kalau susukan yang 7 RW baru 2 RW bisa jadi Kelapa Dua Wetan dan Kelurahan lainnya mundur juga dari jadwal," tutur Mamad.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved