Pendapatan Turun Imbas Corona, Penjual Nasi Goreng di Tangsel Bingung Mudik

Situasi pandemi corona atau Covid-19 terasa dua kali lebih berat bagi kalangan masyarakat bawah. Contohnya penjual nasi goreng.

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Akipros (25), penjual nasi goreng (nasgor), di bilangan Simpang Viktor, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (18/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Situasi pandemi corona atau Covid-19 terasa dua kali lebih berat bagi kalangan masyarakat bawah.

Bukan hanya terancam dari sisi kesehatan, mereka juga terimbas dari sisi ekonomi.

Hal itu juga yang dirasakan oleh Akipros (25), penjual nasi goreng (nasgor), di bilangan Simpang Viktor, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).

Sudah sebulan, pendapatan pria asli Tegal itu menurun drastis.

"Ya kalau pendapatan, semua pedagang ya pasti turun. Hampir 50%. Saya tanya di grup pedaganga, ngeluh semua," ujar Akipros di lapak nasgornya, Sabtu (18/4/2020).

Tal bisa menyalahkan siapa-siapa, Akipros memilih ikhlas, menerima situasi bencana nasional ini.

Baginya, campur tangan Tuhan mutlak di setiap detik nasib hidupnya.

Ia ingin mengikuti anjuran di rumah saja, seperti yang massif dikampanyekan di media, namun sebagai perantau, tuntutan hidupnya lebih besar.

Akipros hanya bisa berusaha dengan terus membuka lapak nasgornya demi membayar kontrakan rumah dan makan sehari-hari.

"Kita jalani saja dengan ikhlas. Mau gimana lagi ya. Bukan enggak takut sama corona. Namanya perantau ya. Gimana caranya biar tempat (jualan) kebayar, kontrakan kebayar," ujarnya.

Akipros sebenarnya ingin mudik alias pulang ke kampung halaman. Serba salah, karena jika dipaksakan, ia langsung berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan harus mengkarantina diri seperti arahan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Wali Kota Bakal Ikut Instruksi MUI dan Kemenag Soal Pelaksaan Ibadah Ramadan saat Pandemi Covid-19

Kali Angke Meluap, Jembatan di Villa Pamulang Roboh Lumpuhkan Akses Bogor-Tangsel

"Dari kampung juga enggak boleh mudik. Ke Tegal. Tegal juga sudah lockdown daerah pertama itu kan Tegal. Bingung kan," ujarnya.

Di Tangsel, Akipros sungkan menuntut bantuan. Ia sadar diri bantuan dari berbagai pihak jumlahnya terbatas.

"Di perantauan sih enggak tahu ya om. Istilahnya kalau di kampung sering ada. Kalau di perantauan harus didata, apa dari RW, baru saya menerima bantuan. Kalau sekarang belum ada," tutupnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved