Antisipasi Virus Corona di Tangsel
Pengurus Makam Wakaf Kedaung Terapkan Protokol Khusus untuk Peziarah
Murtadi, Pengurus Makam Wakaf Kedaung, mengatakan, pihaknya sudah mengimbau agar para ahli waris tak perlu datang berziarah
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Pada pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tangerang Selatan (Tangsel), pemerintah mengimbau agar tidak berziarah kubur atau nyekar.
Namun imbauan itu tidak sepenuhnya dipatuhi, masih ada saja peziarah yang datang ke pemakaman.
Hal itu membuat pengurus pemakaman membentuk sejumlah atauran atau protokol khusus bagi peziarah, seperti yang dilakukan Pengurus Makam Wakaf Kedaung, Pamulang.
Murtadi, Pengurus Makam Wakaf Kedaung, mengatakan, pihaknya sudah mengimbau agar para ahli waris tak perlu datang berziarah.
Imbauan tersebut dipajang di depan gerbang pemakaman.
Karena peziarah masih datang, pihaknya menerapkan peraturan pembatasan jumlah peziarah, agar tidak berkerumun.
• Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tiadakan Salat Tarawih dan Salat Idul Fitri Selama Pandemi Corona
• Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru Terima Pembayaran Zakat Fitrah Secara Drive Thru
"Jadi kalau misalnya para peziarah itu banyak, misalnya motor itu penuh, itu kami tutup gerbangnya," ujar Murtadi di lokasi, Senin (20/4/2020).
Selain itu, peziarah juga diharuskan mencuci tangan di lokasi yang sudah dipersiapkan.
Masker penutup mulut dan hidung pun menjadi wajib dikenakan.
"Pakai masker dan cuci tangan kami siapkan. Kami siapkan dan kami haruskan. Begitu para peziarah datang, sangat mengharap dia mencuci tangannya," ujarnya.