Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Pengurus Makam Wakaf Kedaung Terapkan Protokol Khusus untuk Peziarah

Murtadi, Pengurus Makam Wakaf Kedaung, mengatakan, pihaknya sudah mengimbau agar para ahli waris tak perlu datang berziarah

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Murtadi, pengurus Pemakaman Wakaf, Kedaung, Pamulang, Senin (20/4/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Pada pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tangerang Selatan (Tangsel), pemerintah mengimbau agar tidak berziarah kubur atau nyekar.

Namun imbauan itu tidak sepenuhnya dipatuhi, masih ada saja peziarah yang datang ke pemakaman.

Hal itu membuat pengurus pemakaman membentuk sejumlah atauran atau protokol khusus bagi peziarah, seperti yang dilakukan Pengurus Makam Wakaf Kedaung, Pamulang.

Murtadi, Pengurus Makam Wakaf Kedaung, mengatakan, pihaknya sudah mengimbau agar para ahli waris tak perlu datang berziarah.

Imbauan tersebut dipajang di depan gerbang pemakaman.

Karena peziarah masih datang, pihaknya menerapkan peraturan pembatasan jumlah peziarah, agar tidak berkerumun.

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tiadakan Salat Tarawih dan Salat Idul Fitri Selama Pandemi Corona

Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru Terima Pembayaran Zakat Fitrah Secara Drive Thru

"Jadi kalau misalnya para peziarah itu banyak, misalnya motor itu penuh, itu kami tutup gerbangnya," ujar Murtadi di lokasi, Senin (20/4/2020).

Selain itu, peziarah juga diharuskan mencuci tangan di lokasi yang sudah dipersiapkan.

Masker penutup mulut dan hidung pun menjadi wajib dikenakan.

"Pakai masker dan cuci tangan kami siapkan. Kami siapkan dan kami haruskan. Begitu para peziarah datang, sangat mengharap dia mencuci tangannya," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved