Abaikan Physical Distancing, Warga Berkerumun Tonton Penemuan Jasad di Kali Tanjung Priok

Sesosok jenazah laki-laki ditemukan mengambang di kolong jembatan Jalan R. E. Martadinata, Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Kerumunan warga di lokasi penemuan jenazah laki-laki di kolong jembatan Jalan R. E. Martadinata, Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa (21/4/2020) petang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Sesosok jenazah laki-laki ditemukan mengambang di kolong jembatan Jalan R. E. Martadinata, Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa (21/4/2020) petang.

Penemuan jenazah tersebut memicu terjadinya kerumunan di lokasi kejadian.

Warga setempat sepertinya belum sadar akan pentingnya menjaga jarak di tengah bahaya penyebaran virus corona.

Pantauan di lokasi, ratusan warga malah berkerumun untuk melihat penemuan jasad tersebut.

Petugas kepolisian yang menggunakan mobil patroli juga sempat kewalahan saat mencoba membubarkan kerumunan warga.

Seakan tak peduli, warga tetap berkerumun dan tidak mengindahkan imbauan petugas dari pengeras suara.

Adapun penemuan jenazah laki-laki itu awalnya dilihat salah satu warga setempat yang kemudian dilaporkan ke pengurus RT setempat.

Ketua RT 10/RW 15 Kelurahan Tanjung Priok, Sutanto mengatakan, penemuan mayat laki-laki itu lantas diteruskan ke pihak kepolisian.

1 Bulan Tidak Ada Aktivitas Latihan, Sergio Farias Ungkap Kerinduan ke Pemain Persija Jakarta

Link Live Streaming & Muatan Materi Belajar dari Rumah TVRI 22 April 2020, SMA: Potensi Sumber Daya

"Kejadian ini awalnya warga ada yang ngelihat terus dilaporkan ke polisi," jata Sutanto di lokasi.

Sembari menunggu polisi datang, warga setempat mencoba mengevakuasi jenazah tersebut.

Warga sempat kesulitan lantaran posisi jenazah berada di bawah kolong jembatan.

Namun, jenazah itu akhirnya berhasil dievakuasi dengan alat seadanya.

Ketika dievakuasi, jenazah tersebut ditemukan tanpa identitas.

"Kita juga nggak mengenali, bukan warga sini," ucap Sutanto.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved