Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Aparatur Negara Hingga Anggota DPRD Masuk Daftar Penerima Bansos, Anies Akui Ada Kesalahan Data

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui adanya kesalahan dalam penyusunan daftar penerima bantuan sosial (bansos).

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menggelar konferensi pers di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui adanya kesalahan dalam penyusunan daftar penerima bantuan sosial (bansos).

Bansos sendiri diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta kepada warga miskin dan rentan miskin yang terdampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Daftar kepala keluarga penerima bansos itu pun telah disusun Anies dan ditetapkan dalam Kepgub Nomor 386/2020 yang diteken pada 16 April 2020 lalu.

"Benar (ada kesalahan data). Kita memberikan (bansos) kepada 1,2 juta KK, tentu saja (ada kesalahan data), tidak mungkin sempurna," ucapnya, Rabu (22/4/2020).

Anies pun mengaku tak akan menutup-nutupi kesalahan itu dan bakal segera mengoreksinya.

Adanya kesalahan data ini, menurut Anies, terjadi akibat banyaknya masyarakat yang dalam kondisi normal tidak memerlukan bantuan.

Namun karena wabah Covid-19 ini menyebabkan mereka masuk dalam kategori rentan miskin.

"Hari ini, banyak saudara kita yang bulan-bulan lalu tidak membutuhkan bantuan, sekarang membutuhkan bantuan," ujarnya di Balai Kota DKI.

Ia pun berjanji, pihaknya bakal kembali memgevaluasi daftar tersebut agar nantinya bansos yang disalurkan tepat sasaran.

"Yang terpenting begitu ada kekeliruan, ya koreksi, koreksi, dan koreksi. Ini juga bagian untuk meningkatkan kualitas data," kata Anies.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa warga yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Polri masuk dalam daftar penerima bansos PSBB dari Pemprov DKI.

Belum lagi, baru-baru ini juga terkuak bahwa anggota DPRD DKI Jakarta ternyata juga masuk dalam daftar penerima bantuan.

Pola Restrukturisasi untuk Penyelamatan Ekonomi Dampak Covid-19

Lurah Kebon Pala Sebut Ada Warga Mau Mengadakan Salat Tarawih di Tanah Kosong Saat PSBB

Anggota dewan yang dimaksud ialah Jhonny Simanjuntak, politisi PDIP yang saat ini tinggal di Kelurahan Lago, Koja, Jakarta Utara.

Padahal, mereka tidak termasuk warga miskin dan rentan miskin yang terdampak wabah virus corona (SARS-CoV-2) penyebab penyakit Covid-19.

Sebab, mereka masih mendapatkan penghasilan dari negara meski saat ini virus corona tengah mewabah.

Kondisi ini tentu berbeda dengan pekerja harian atau wirausaha yang tak bisa mencari nafkah akibat wabah asal Wuhan, Tiongkok ini.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved