Dituntut 3 Tahun Penjara, Sopir Taksi Online Diduga Korban Salah Tangkap Bacakan Pleidoi

Jaksa menyebut Ari menjemput kedua korban yakni Suhartini dan Amelia dari minimarket Kemang Venue

LBH Mawar Saron
Persidangan kasus pencurian dengan terdakwa sopir taksi online Ari Darmawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Tim kuasa hukum Ari Darmawan, terdakwa kasus pencurian dengan kekerasan, akan mengajukan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam kasus ini, Ari yang berprofesi sebagai sopir taksi online diduga menjadi korban salah tangkap oleh pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan.

Jaksa menuntut Ari dengan hukuman pidana tiga tahun penjara dikurangi masa tahanan.

"Kami telah menyusun nota pembelaan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan. Fakta persidangan jelas membuktikan bahwa Ari tidak bersalah. Nota pembelaan tersebut akan kami bacakan pada 27 April 2020," kata Reno Tewu selaku anggota tim kuasa hukum Ari dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/4/2020).

Dalam surat tuntutannya, jelas Reno, Jaksa menyebut Ari menjemput kedua korban yakni Suhartini dan Amelia dari minimarket Kemang Venue, dan mereka naik ke mobil yang dikemudikan terdakwa.

"Hal ini justru berbanding terbalik dengan keterangan saksi Dino Ajiansyah (Special Project Investigator Gojek) yang menyatakan akun atas nama Qumarus Jaman yang dipakai oleh terdakwa tidak pernah melakukan pick up atas orderan dari Suhartini, dan mobil tersebut tidak pernah mendekati titik penjemputan," ujar dia.

Ari Darmawan diduga menjadi korban salah tangkap oleh kepolisian terkait kasus pencurian dengan kekerasan.

Peristiwa itu terjadi pada 4 September 2019 ketika Ari menerima pesanan dari Suhartini.

Saat itu, Suhartini meminta Ari menjemputnya di Kemang Venue untuk diantar menuju Damai Raya, Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan.

Ini Daftar 43 Kelurahan Penerima Paket Sembako PSBB Hari Ini, Rabu 22 April 2020

Hingga 20 April 2020, Tercatat Sebanyak 1.229 Jenazah Dimakamkan dengan Protap Covid-19

Bolehkah Langsung Makan Hidangan Berat saat Berbuka Puasa? Pakar Gizi Beberkan Ini

Ari pun meresponnya dengan menghubungi Suhartini melalui sambungan telepon.

Namun, Ari tidak mendapat jawaban, hingga akhirnya tidak jadi menjemput calon pelanggannya.

Keesokan harinya, Ari ditangkap pihak kepolisian atas tuduhan pencurian dengan kekerasan.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved