Breaking News:

Pola Restrukturisasi untuk Penyelamatan Ekonomi Dampak Covid-19

Pemerintah harus bersiap mengantisipasi dampak pelemahan ekonomi imbas Pandemi Covid-19.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Pasar Baru Bekasi Jalan Ir. H. Juanda Bekasi Timur mulai merasakan dampak ekomoni akibat Covid-19 yang membuka sepi pembeli, Jumat, (17/4/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pandemi Covid-19 memukul perekonomian dunia.

Pemerintah harus bersiap mengantisipasi dampak pelemahan ekonomi imbas Pandemi Covid-19.

Ivan Garda dari Pusat Advokasi Bisnis dan Restrukturisasi Indonesia, menyebutkan satu diantara upaya penyelamatan ekonomi imbas pandemi Covid-19 yakni pemberian stimulus ekonomi.

"Stimulus ekonomi tidak hanya bantuan tunai langsung ke masyarakat yang terdampak, tapi juga berupa program relaksasi dan restrukturisasi pada pelaku usaha dan organ-organ bisnisnya," kata Ivan Garda dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4/2020).

Menurutnya hal itu agar perekonomian tidak colaps karena wabah corona.

Diketahui, pemerintah telah mengeluarkan peraturan sehubungan dengan bentuk-bentuk restrukturisasi yang dapat dilakukan oleh perbankan dan lembaga keuangan nasional dengan para debiturnya.

Peraturan ini membuka berbagai alternatif pola restrukturisasi penyelesaian kewajiban berdasarkan POJK no. 11 Tahun 2020.

Namun, kata Ivan, apabila dicermati bahwa peraturan dimaksud memberikan keleluasaan bagi kreditor secara dominan untuk memberikan penilaian dan penawaran bentuk restrukturisasi.

Sehingga terdapat potensi terjadi ketidakseimbangan bentuk restrukturisasi antara kreditor dan debitor.

Di samping itu aturan tersebut hanya mencakup kreditor yang berbentuk perbankan dan lembaga keuangan nasional.

Halaman
12
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved