Kencan Berdarah di Apartemen Surabaya: Tawar Tarif Booking, Pelaku Naik Pitam Dengar Ucapan Korban

Pembunuhan perempuan di lantai 8 apartemen Surabaya akhirnya terungkap. Dipicu pelaku kesal ucapan korban.

Istimewa/Dokumentasi Satreskrim Polrestabes Surabaya
Olah TKP penemuan jasad perempuan bersimbah darah di lantai 8 Apartemen Puncak Permai Tower A Surabaya, Rabu (22/4/2020) pagi. 

TRIBUNJAKARTA.COM, SURABAYA - Pembunuhan perempuan di lantai 8 apartemen Surabaya akhirnya terungkap.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Rabu (22/4/2020).

Korban tergeletak di depan lift dengan mengenakan kaus dan celana dalam.

Korban bernama Ika Puspita Sari itu merupakan warga Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pelakunya bernama Ahmad Junaidi, pemuda 20 tahun asal Karangprao Laok Emong, Sampang, Madura.

Pegawai pabrik kripik usus di Surabaya itu telah membunuh teman kencannya.

Wanita Cantik Mantan Aspri Suami Muncul, Sang Istri Pembunuh Hakim Jamaluddin Ucapkan Ini

Ahmad emosi mendengar ucapan Ika.

Ia masih marah mengingat kata-kata teman kencan yang dikenal lewat aplikasi MiChat itu.

"Kalau tidak punya uang, jangan booking saya," kata AJ menirukan perkataan korban saat konferensi pers daring, Kamis (23/3/2020).

Merasa dilecehkan dengan perkataan itu, laki-laki asal Sampang itu naik pitam dan membunuh Ika.

Ahmad membunuh perempuan yang baru dikenalnya itu menggunakan sebilah pisau dapur.

Halaman
1234
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved